INFO - BIAYA - HARGA - ONGKOS - DAFTAR - PAKET - JADWAL - SYARAT - BIRO - PERJALANAN - PENYELENGGARA - MANASIK - IBADAH - TOUR - AND | TRAVEL HAJI | DAN - UMRAH - UMROH - KHUSUS - PLUS - DI JAKARTA - DI BANDUNG - 2011 - 2013 - DI SURABAYA - DI MEDAN - MURAH - ONH - INDONESIA - KUOTA - DEPAG - KBIH

Tampilkan postingan dengan label haji mabrur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label haji mabrur. Tampilkan semua postingan
Rabu, 03 April 2013

Petani Kakao Brangkat Haji dengan Haji plus

Jasa haji plus di lobok utara
Haji plus -Para Petani yang mengelola HKM Santong di Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara banyak yang sudah menunaikan ibadah haji dengan menggunakan jasa haji plus ke Tanah Suci dari pemanfaatan hasil hutan bukan kayu (HHBK).

Ketua Koperasi Tani Hutan Maju Bersama Santong H Artim Yahya di Tanjung, Minggu (31/3) mengatakan, dari 258 anggota koperasi yang mengelola HKm sebanyak 20 rang telah menunaikan ibadah haji,dan masih banyak yang calon haji yang masuk daftar tunggu  Ongkos Naik haji plus

"Alhamdulillah sejak ditetapkan kawasan hutan Santong menjadi HKM, banyak anggota koperasi yang menunaikan ibadah haji dari hasil pengelolaan HKm termasuk saya sendiri. Kita patut bersyukur kehidupan kami menjadi lebih baik dibandingkan sebelum ada HKm," katanya.

Ia mengatakan, untuk bayar biaya biro haji plus  mengumpulkan hasil penjualan berbagai komoditas, seperti kopi, kakao, pisang dan daun sirih, setelah banyak baru dibelikan sapi. Jadi para petani tidak menabung di bank, tetapi membeli sapi.

Menurut Artim, hasil penjualan sapi itu kemudian digunakan untuk setpran awal BPIH hajii plus di travel haji plus . Saat ini banyak yang menunggu giliran menunaikan ibadah haji, mereka telah memiliki nomor porsi setelah menyetor sebanyak $ 4000 USD.

"Kondisi kehidupan para petani saat ini berbeda jauh dengan sebelum adanya HKm. Masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan Santong hidup dalam lilitan kemiskinan, karena mereka tidak memiliki lahan pertanian sebagai sumber pendapatan tetap," katanya.

Artim mengatakan, penghasilan petani pada saat kondisi cuaca baik bisa mencapai Rp 3 juta lebih yang berasal dari hasil penjualan HHBK, seperti kakao, kopi, pisang dan daun sirih.

Sumber penghasilan terbesar, menurut Artim, dari kakao, pisang dan daun sirih, karena komoditas tersebut bisa dipanen setiap bulan, bahkan kakao dipanen dua kali sebulan. dan bisa untuk daftar haji plus
Selasa, 26 Maret 2013

ANGGITO: 16 PIHK LAKUKAN PELANGGARAN


Jakarta, 19/3 (Sinhat)-Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Anggito Abimanyu menyatakan, tercatat 16 Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) melakukan pelanggaran, yang 11 di antaranya dikenai sanksi dan peringatan keras.

Pernyataan itu ia kemukakan saat memberi penjelasan sebelum dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Agama dan Polri tentang pengawasan dan penegakan hukum terhadap penyelenggaraan ibadah haji khusus dan umroh di Jakarta, Selasa.

Nota kesepahaman itu sendiri ditandatangani Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Komjen Polisi Fajar Prihantoro dan Dirjen PHU Anggito Abimanyu dengan disaksikan Menteri Agama Suryadharma Ali, para pejabat dari Kementerian Agama, Polri dan sejumlah pengurus asosiasi penyelenggara perjalanan haji dan umroh.

Dalam acara tersebut juga hadir Kepala Pendidikan Polri Komjen Pol Budi Gunawan, Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar, Dirjen Bimas Islam Abdul Djamil dan Irjen Kemenag M. Jasin.

Anggito menjelaskan, pelanggaran PIHK pada umumnya berupa memanfaatkan dana jemaah untuk keperluan pribadi pengurus atas perusahaan, keterlambatan transfer, melakukan penggantian porsi Jemaah, jemaah gagal berangkat dan tidak melayani jemaah sesuai perjanjian.

Ke-11 PIHK tersebut adalah PT Oranye Patria Wisata, PT Tisaga Nurkhotimah, PT Farazah Astatama, Tour & Travel, PT Madani Prabu jaya, PT Ghadzaz, PT Prima Astuti Sejahtera dan PT Kemang Nusantara. Mereka telah diberi peringatan dan ancaman pencabutan izin.

Sementara lima PIHK lainnya yaitu PT Noorhana Pertiwi, PT Madaniah Semesta Wisata, PT Laser Praktyasa, PT Al Ahram Sarana Wisata dan PT Aero Global Indonesia. Kelimanya melakukan kesalahan yang masih ditoleransi karena unsur kelalaian. Tidak miliki izin

Anggito juga menyebut beberapa nama perusahaan yang tidak memiliki izin dan gagal memberangkatkan ratusan jemaah, antara lain PT Jabal Rahmah, PT Safarina Niaga Utama dan PT Aziz Audinia Wisata.

Sementara itu, untuk pelaksanaan ibadah umroh pada 2013 telah terjadi kasus Jemaah umroh terlantar, baik di Indonesia, di Malaysia maupun di Arab Saudi karena penyelenggarannya tidak bertanggung jawab atas kewajibannya. Mereka adalah PT Padang Arafah berdomisili di Jawa Timur (tidak memiliki izin). Jemaah terlantar di Surabaya sebanyak 500 orang.

PT Gema Arofah (punya izin) berdomisili di Jakarta. Jemaah terlantar di Kuala Lumpur disebabkan jadwal yang tidak pasti. Di Arab Saudi, jemaahnya tidak mendapat akomodasi sebagaimana mestinya. Jemaahnya sebanyak 98 orang.

Juga PT Nuansa Insti Semesta, tidak memiliki izin. Jemaahnya terlantar di Arab Saudi, belum memiliki tiket pulang. Jemaah sebanyak 49 orang. PT Khalifah Sultan tour, tidak memiliki izin. Jemaah asal Gorontalo terlantar di Jakarta, belum memiliki tiket pemberangkatan dan pemulangan sebanyak 194 orang.

Ia mengatakan, pihaknya telah mengambil langkah penyelesaian. Pertama, memastikan kepada Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) yang bertindak sebagai provider, hendaknya dalam memberikan visa hanya kepada PPIU yang telah memiliki izin dari Kementerian Agama.

Kedua, kata dia, melakukan koordinasi dengan kanwil Kemenag, kantor misi haji di Arab Saudi dan kedubes di luar negeri untuk mengidentifikasi masalah jemaah umroh di dalam dan luar negeri. Ketiga, mengimbau masyarakat menggunakan biro perjalanan haji dan umroh resmi. Keempat, melakukan penanganan administratif hukum kepada penanggung jawab biro perjalanan dan kelima melakukan kerja sama dengan kepolisian.

Ia menambahkan, jumlah jemaah haji khusus setiap tahun sekitar 17 ribu. Untuk Jemaah umroh tahun 2012 sekitar 500 ribu dan diperkirakan tahun 2013 akan mengalami peningkatan tajam.(ess)
Selasa, 12 Februari 2013

Ritual Ke agamaan ibadah haji sebelum islam ada


kabah REPUBLIKA.CO.ID, Haji adalah ritual keagamaan yang sejak lama sudah dikenal oleh manusia. Meski ibadah tersebut kini identik dengan umat Islam, namun sebenarnya umat nabi-nabi terdahulu sudah lebih dulu melaksanakannya.
Ibadah haji sudah dikenal sejak zaman Nabi Adam AS, namun pelaksanaannya masih sangat sederhana dan jauh berbeda dibandingkan dengan ibadah haji yang dilakukan oleh umat Islam saat ini. Menurut Ibnu Abbas RA, setelah membangun Kabah, Adam AS berputar mengelilinginya hingga tujuh kali putaran.
Menurut Abdullah Ibnu Abi Sulaiman, setelah merampungkan tawaf tujuh kali, Adam mengerjakan shalat dua rakaat di depan pintu Kabah dan kemudian berdoa di pintu Multazam. Dalam berbagai riwayat, doa-doa yang dipanjatkan oleh Nabi Adam AS sangat beragam, namun intinya sama, yaitu permohonan kepada Allah SWT agar bersedia mengampuni dosa-dosanya.
Di samping itu ia juga meminta agar anak-cucunya didatangkan untuk berhaji ke Baitullah, dipenuhi segala kebutuhan hidupnya, diteguhkan imannya, dan dibimbing agar senantiasa ridha menerima cobaan atau musibah yang menimpanya.
Beberapa utusan Allah yang hidup pasca Nabi Adam AS seperti Nuh AS, Hud AS, dan Shaleh AS juga mengerjakan ibadah haji ke Baitullah namun dengan tata cara yang tidak sama. Perbedaan tata cara itu disebabkan oleh latar belakang waktu dan tempat di mana nabi-nabi itu diutus berbeda-beda.
Syariat yang dibawa oleh nabi-nabi terus berkembang menuju titik kesempurnaan, dan di tangan Nabi Muhammad SAW kesempurnaan itu akhirnya terwujud. Meski ritual haji di antara para nabi berbeda-beda, akidah atau keyakinan mereka tetap sama, yaitu beriman kepada Tuhan Yang Mahaesa.
Editor: Dewi Mardiani
Reporter: Hannan Putra
Sumber : Panduan Super Lengkap Haji & Umrah, Oleh Aguk Irawan MN

anda tertarik untuk melaksanakan ibadah haji ? udah ada dananya ? Tunggu apa lagi daftarkan segera diri anda ke Travel haji plus Primsaidah  jika anda daftar sekarang anda akan lebih cepat beranggkat ke tanah suci makkah
Kamis, 24 Januari 2013

Beribadah Haji harus dengan Ikhlas


haji mabrur
saat melaksanakan ibadah haji
Sidang pembaca Pada kesempatan kali ini ongkos-onhplus.blogspot.com akan sharing mengenai dalil-dalil tentang Ikhlas dalam melkuakan ibadah haji. Seperti kita ketahui bahwa syarat-syarat diterimanya amal ibadah ada dua yaitu; ikhlas dan sesuai dengan petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dalil yang menunjukkan akan hal ini adalah firman Allah Ta’ala,

{قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَى إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا }

“Katakanlah: “Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: “Bahwa sesungguhnya sembahan kalian adalah sembahan Yang Esa”. Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya”. (QS. Al Kahfi: 110).

Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan ketika mengomentari ayat di atas,

وَهذانِ ركُنَا العملِ المتقَبَّلِ. لاَ بُدَّ أن يكونَ خالصًا للهِ، صَوابُا  عَلَى شريعةِ رَسولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم.

“Ini adalah dua rukun diterimanya amalan yaitu harus ikhlas karena Allah dan harus sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam”. Lihat kitab Tafsir Ibnu Katsir.

Sedangkan Ibnul Qayyim mengatakan suatu perkataan yang sangat indah dan penuh makna,

أي كَما أنهُ إلهٌ واحدٌ لاَ إلهَ سواهُ فَكذلكَ ينبغِي أَنْ تكُونَ العبادةُ لهُ وحدَهُ فَكمَا تَفَرَّدَ بِالالهيةِ يُحِبُّ أنْ يُفردَ بِالعبوديةِ فالعملُ الصالحُ هوَ الْخالِى مِن الرياءِ المُقَيَّدُ بِالسُّنةِ وَكان مِنْ دُعَاء عمرِ بنِ الخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْ عَمَلِى كلَّهُ صَالحِاً وَاجْعَلْهُ لِوَجْهِكَ خَالِصاً وَلاَ تَجْعَلْ لِأَحَدٍ فِيْهِ شَيْئاً

 “Sebagaimana Allah adalah sembahan satu-satu-Nya, tidak ada sesembahan selain-Nya, maka demikian pula seharusnya ibadah hanya milik-Nya semata, sebagaimana Allah satu-satu-Nya di dalam perkara kekuasaan, maka Dia menyukai disendirikan dalam hal peribadatan. Jadi, amal shalih adalah amal perbuatan yang terlepas dari riya’ dan yang terikat dengan sunnah. Termasuk doa Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu adalah “Allahummaj’al ‘amali kullaha shoolihan waj’al liwajhika kholishon wa la taj’al li ahadin fihi syai-an” (Wahai Allah, jadikanlah seluruh amalku sebagai amal shalih/baik dan jadikanlah amalanku hanya murni untuk wajah-Mu dan janganlah jadikan dalam amalku sedikitpun untuk seorang makhluk). Lihat Kitab Al Jawab Al Kafi.

Dan demikian pula dalam ibadah haji, harus ikhlas, yaitu mengerjakan amal ibadah murni hanya kepada Allah Ta’ala saja bukan kepada yang lain.

Dan ikhlas adalah,

الإِخْلاَصُ أَلاَّ تَطْلُبَ عَلَى عَمَلِكَ شاَهداً غَيْرَ اللهِ ، وَلاَ مُجَازِياً سِوَاهُ

 “Tidak mencari yang melihat atas amalmu adalah selain Allah dan tidak mencari yang memberi ganjaran atas amalmu selain-Nya”. Lihat Madarij As Salikin.

Orang yang ikhlas tidak akan pernah suka dipuji oleh manusia dan tidak akan pernah berharap apa yang ada ditangan manusia ata Ria 

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,

لاَ يَجْتَمعُ الإِخلاصُ فيِ الْقلْبِ وَمحبةُ الْمَدحِ وَالثَّنَاءِ وَالطَّمَعِ فِيْمَا عِنْدَ النَّاسِ إِلاَّ كَمَا يَجْتَمِعُ المْاءُ والنارُ والضَّبُ والحُوتُ

“Tidak akan berkumpul di dalam hati, keikhlasan dengan kecintaan terhadap pujian dan ketamakan terhadap yang ada di tangan manusia kecuali seperti berkumpulnya air dengan api atau biawak dengan ikan”. Lihat kitab Al Fawaid, karya Ibnul Qayyim.

Amalan yang tidak ikhlas tidak akan diterima oleh Allah Ta’ala. Nabi shallalllahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

قَالَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى أَنَا أَغْنَى الشُّرَكَاءِ عَنِ الشِّرْكِ مَنْ عَمِلَ عَمَلًا أَشْرَكَ فِيهِ مَعِي غَيْرِي تَرَكْتُهُ وَشِرْكَهُ

“Allah Tabaraka wa Ta’ala  berfirman: “Aku Maha tidak butuh kepada sekutu, barangsiapa beramal suatu amalan yang dia menyekutukan-Ku di dalamnya, maka Aku tinggalkan amalan itu bersama apa yang dia sekutukan”. (HR. Muslim)

Khusus mengenai ikhlas dalam ibadah haji, Allah Ta’ala berfirman,

{وَإِذْ بَوَّأْنَا لِإِبْرَاهِيمَ مَكَانَ الْبَيْتِ أَنْ لَا تُشْرِكْ بِي شَيْئًا وَطَهِّرْ بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ وَالْقَائِمِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ}

“Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan): “Janganlah kamu menyekutukan sesuatu pun dengan Aku dan sucikanlah rumah-Ku ini bagi orang-orang yang tawaf, dan orang-orang yang beribadah dan orang-orang yang rukuk dan sujud“. (QS. Al Hajj: 26).
Selain Ikhlas dalam ibadah haji dan umroh  juga harus Mutaba'ah Apa yang di sebut Mutaba'ah ? Mutaba’ah, yaitu amalan ibadah tersebut hendaklah sesuai dengan apa yang diajarkan Rasulullah shalalahu ‘alaihi wa sallam. Nabi shallalllahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

“Barangsiapa mengamalkan suatu amalan yang tidak ada asalnya dari agama kita maka amalan itu tertolak”. (HR. Muslim).

Khusus di dalam pelaksanaan ibadah haji Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ خُذُوا مَنَاسِكَكُمْ فَإِنِّى لاَ أَدْرِى لَعَلِّى لاَ أَحُجُّ بَعْدَ عَامِى هَذَا

“Wahai manusia, ambilah manasik kalian (dariku), karena sesungguhnya aku tidak mengetahui mungkin saja aku tidak berhaji setelah tahun ini”. (HR. Muslim dan lafazh ini dari riwayat An Nasai).

 خُذُوا عَنِّى مَنَاسِكَكُمْ فَإِنِّى لاَ أَدْرِى لَعَلِّى أَنْ لاَ أَحُجَّ بَعْدَ حَجَّتِى هَذِهِ

 “Ambillah dariku manasik-manasik kalian, karena sesungguhnya aku tidak mengetahui, mungkin saja aku tidak berhaji setelah hajiku ini”. (HR. Muslim).

Tidak akan lurus perkataan, perbuatan dan niat kecuali mengikuti sunnah. Sufyan bin Sa’id Ats Tsaury rahimahullah berkata,

” كان الفقهاءُ يَقُولُونَ : لاَ يَسْتَقِيْمُ قَولٌ إِلاَّ بِعَملٍ ، وَلاَ يَسْتَقِيْمُ قولٌ وعملٌ إِلاَّ بِنِيَّةٍ ، وَلاَ يَسْتَقِيْمُ قولٌ وعملٌ ونيةٌ إِلاَّ بِمُوَافقةِ السُّنَّةِ”.

 “Para Ahli Fikih berkata: “Tidak akan lurus perkataan kecuali dengan perbuatan, tidak akan lurus perkataan dan perbuatan kecuali dengan niat dan tidak akan sempurna perkataan dan perbuatan serta niat kecuali dengan mengikuti ajaran (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam)”. Lihat kitab Al Ibanah, karya Ibnu Baththah.

Siapa yang beribadah menyelisihi petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka ibadahnya akan melenceng dari kebenaran. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata,

من فارق الدليل ضل السبيل، ولا دليل إلا بما جاء به الرسول – صلى الله عليه وسلم –

 “Barangsiapa yang menjauhi dalil maka ia telah tersesat jalan, dan tidak ada dalil kecuali dengan apa yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam”. Lihat kitab Miftah Dar As Sa’adah

Jadi Beribadah Haji harus dengan Ikhlas dan harus sesuai dengan petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam jangan semata-mata karena ingin gelar "pak haji" menurut saya itu RUGI BESAR
Semoga Allah memberi kita semua kaum muslim haji mabrur.


Sumber Reperensi : http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/haji-mabrur-1-berhaji-harus-ikhlas-dan-sesuai-tuntunan.html
Minggu, 06 Januari 2013

Keutamaan Haji Mabrur episode I

Ibadah haji adalah ibadah yang teramat mulia. Sungguh amat sulit untuk saat ini berangkat langsung dari tanah air karena antrian yang saking panjangnya. Namun demikian antusias orang di negeri kita di mana mereka amat merindukan ka’bah di tanah suci. Sampai-sampai berbagai cara ditempuh dan dijalani untuk bisa ke sana meskipun dengan cara yang tidak Allah ridhoi. Selain itu tidak sedikit yang niatnya untuk selain Allah, hanya ingin mencari gelar. Label pak Haji-lah yang ingin disandang bukanlah ridho dan pahala dari Allah yang dicari. Sampai-sampai ada yang mengharuskan di depan namanya harus dilabeli gelar “H”.

Keutamaan Haji Mabrur


Rasulullah Bersabda Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ

“Dan haji mabrur tidak ada balasan yang pantas baginya selain surga.” (HR. Bukhari no. 1773 dan Muslim no. 1349).

Keutaman Haji mabrur seperti yang di lastir muslim.or.id.Haji adalah amalan yang teramat mulia. Sampai-sampai yang berhaji disebut dengan tamu Allah dan apa saja yang mereka panjatkan pada-Nya mudah diperkenankan. Dari Ibnu Umar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْغَازِى فِى سَبِيلِ اللَّهِ وَالْحَاجُّ وَالْمُعْتَمِرُ وَفْدُ اللَّهِ دَعَاهُمْ فَأَجَابُوهُ وَسَأَلُوهُ فَأَعْطَاهُمْ


“Orang yang berperang di jalan Allah, orang yang berhaji serta berumroh adalah tamu-tamu Allah. Allah memanggil mereka, mereka pun memenuhi panggilan. Oleh karena itu, jika mereka meminta kepada Allah pasti akan Allah beri” (HR. Ibnu Majah no 2893. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Amalan haji terutama haji mabrur termasuk dalam jajaran amalan yang paling afdhol. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

سُئِلَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – أَىُّ الأَعْمَالِ أَفْضَلُ قَالَ « إِيمَانٌ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ » . قِيلَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ « جِهَادٌ فِى سَبِيلِ اللَّهِ » . قِيلَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ « حَجٌّ مَبْرُورٌ »

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya, “Amalan apa yang paling afdhol?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.” Ada yang bertanya lagi, “Kemudian apa lagi?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Jihad di jalan Allah.” Ada yang bertanya kembali, “Kemudian apa lagi?” “Haji mabrur”, jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Bukhari no. 1519)

Dan haji pun termasuk jihad. Dari ‘Aisyah—ummul Mukminin—radhiyallahu ‘anha, ia berkata,

يَا رَسُولَ اللَّهِ ، نَرَى الْجِهَادَ أَفْضَلَ الْعَمَلِ ، أَفَلاَ نُجَاهِدُ قَالَ « لاَ ، لَكِنَّ أَفْضَلَ الْجِهَادِ حَجٌّ مَبْرُورٌ »

“Wahai Rasulullah, kami memandang bahwa jihad adalah amalan yang paling afdhol. Apakah berarti kami harus berjihad?” “Tidak. Jihad yang paling utama adalah haji mabrur”, jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Bukhari no. 1520)

Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah mengatakan, “Haji dan umroh termasuk jihad. Karena dalam amalan tersebut seseorang berjihad dengan harta, jiwa dan badan. Sebagaimana Abusy Sya’tsa’ berkata, ‘Aku telah memperhatikan pada amalan-amalan kebaikan. Dalam shalat, terdapat jihad dengan badan, tidak dengan harta. Begitu halnya pula dengan puasa. Sedangkan dalam haji, terdapat jihad dengan harta dan badan. Ini menunjukkan bahwa amalan haji lebih afdhol’.” (Lathoif Al Ma’arif, 403).

demikian keutamaan haji mabrur menurut AL-Quran dan Hadist Rasulullah SAW dan semoga menjadi ilmu yang bermanfaat dan insya allah bersambung ....