INFO - BIAYA - HARGA - ONGKOS - DAFTAR - PAKET - JADWAL - SYARAT - BIRO - PERJALANAN - PENYELENGGARA - MANASIK - IBADAH - TOUR - AND | TRAVEL HAJI | DAN - UMRAH - UMROH - KHUSUS - PLUS - DI JAKARTA - DI BANDUNG - 2011 - 2013 - DI SURABAYA - DI MEDAN - MURAH - ONH - INDONESIA - KUOTA - DEPAG - KBIH

Tampilkan postingan dengan label Ongkos ONH Plus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ongkos ONH Plus. Tampilkan semua postingan
Selasa, 19 Maret 2013

Umroh Perjalanan Spiritual ketanah suci

umroh haji
Umrah dan haji adalah perjalanan spiritual yang penting untuk umat Islam. Pergi ke Tanah Suci Makkah di Arab Saudi lebih dari sekadar ibadah, tapi ada wisata religi yang dilakukan demi mendekatkan diri kepada Allah.

Dari buku Ensiklopedi Tematis Ayat Al Quran dan Hadits terbitan Widya Cahaya, umrah adalah berziarah. Secara syariah, umrah adalah berbaju ihram, melakukan Tawaf memutari Ka'bah, Sa'i dari Bukit Shafa ke Bukit Marwa, bercukur atau memotong rambut.

Bedanya dengan haji adalah, umrah tidak melakukan Wuquf di Arafah, tidak menginap di Muzdalifah dan tidak melempar Jumrah. Namun yang jelas, animo orang untuk melakukan umrah terus meningkat setiap tahun apalagi di Bulan Ramadan seperti sekarang ini.

Umrah membawa para jamaah menuju Makkah, berkunjung ke Masjidil Haram. Masjid paling besar dan paling suci untuk umat Islam. Inilah tempatnya Ka'bah, kiblat salat untuk umat Islam di seluruh dunia dan tempat dimana doa dikabulkan. Di sini, jamaah yang berbaju ihram melakukan Tawaf memutari Ka'bah, Sa'i dari Bukit Shafa ke Bukit Marwa diakhiri dengan bercukur atau memotong rambut.

Selanjutnya mereka berziarah ke banyak tempat seperti ke Masjid Nabawi di Madinah untuk melihat Raudhah, area halaman rumah Rasulullah yang kini menjadi bagian masjid tersebut. Ada pula ziarah ke aneka destinasi wisata religi penting seperti Jabal Rahmah, tempat bertemunya Nabi Adam dan Siti Hawa, sampai aneka destinasi wisata belanja seperti supermarket Bin Daud.

Ratusan biro perjalanan haji dan umrah bertebaran di seluruh Indonesia menunggu untuk didatangi calon jamaah. Umrah pada hari ini adalah sebuah tren traveling, tak ubahnya orang bepergian ke Singapura atau Bangkok. Bedanya, umrah adalah traveling yang memiliki dasar religi yang kuat.

Selebihnya, umrah adalah bicara mengenai aneka paket tur yang memberikan jamaah banyak pilihan. Semuanya bisa disesuaikan dengan isi kantong, fasilitas yang didapatkan pun tentu berbeda. Umrah bisa dimulai dari kisaran Rp 18 juta-an sampai Rp 50-an juta. Yang paling mahal biasanya menyertakan agenda traveling ke negara lain seperti Mesir dan Turki.

Apapun paket umrah yang dipilih, itu bergantung pada selera para jamaah. Satu hal yang pasti, Tanah Suci Makkah memiliki magnet dahsyat untuk sebuah traveling lintas negara yang dilakukan umat Islam atas nama mendekatkan diri kepada Allah. (sumber:http://travel.detik.com/read/2012/07/26/071837/1975022/1383/umrah-traveling-spiritual-ke-tanah-suci?v771108bcj)
Jumat, 22 Februari 2013

Suryadarma ali lobi mentri arab saudi


Jakarta (Sinhat)--Menteri Agama Suryadharma Ali mengadakan pertemuan dengan Menteri Haji Arab Saudi Bandar bin Mohammed Al-Hajjar, di Jeddah, Arab Saudi,  Selasa (12/2). Dalam Pertemuan dibicarakan beberapa hal yang terkait dengan perumahan dan transportasi jemaah haji Indonesia. Dalam pertemuan tersebut juga dibicarakan tentang bimbingan jemaah haji.

Menteri Haji Arab Saudi Bandar bin Mohammed Al-Hajjar menyatakan pentingnya memberi bimbingan kepada jemaah haji sebelum mereka tiba di Arab Saudi.

Pada kesempata tersebut, Menag Suryadharma Ali memuji pemerintah Arab Saudi yang telah memberikan layanan kepada jemaah haji, termasuk pengembangan dua masjid suci sehingga dapat menampung jemaah lebih besar lagi. (arabnews/Foto SPA)
Selasa, 12 Februari 2013

Ritual Ke agamaan ibadah haji sebelum islam ada


kabah REPUBLIKA.CO.ID, Haji adalah ritual keagamaan yang sejak lama sudah dikenal oleh manusia. Meski ibadah tersebut kini identik dengan umat Islam, namun sebenarnya umat nabi-nabi terdahulu sudah lebih dulu melaksanakannya.
Ibadah haji sudah dikenal sejak zaman Nabi Adam AS, namun pelaksanaannya masih sangat sederhana dan jauh berbeda dibandingkan dengan ibadah haji yang dilakukan oleh umat Islam saat ini. Menurut Ibnu Abbas RA, setelah membangun Kabah, Adam AS berputar mengelilinginya hingga tujuh kali putaran.
Menurut Abdullah Ibnu Abi Sulaiman, setelah merampungkan tawaf tujuh kali, Adam mengerjakan shalat dua rakaat di depan pintu Kabah dan kemudian berdoa di pintu Multazam. Dalam berbagai riwayat, doa-doa yang dipanjatkan oleh Nabi Adam AS sangat beragam, namun intinya sama, yaitu permohonan kepada Allah SWT agar bersedia mengampuni dosa-dosanya.
Di samping itu ia juga meminta agar anak-cucunya didatangkan untuk berhaji ke Baitullah, dipenuhi segala kebutuhan hidupnya, diteguhkan imannya, dan dibimbing agar senantiasa ridha menerima cobaan atau musibah yang menimpanya.
Beberapa utusan Allah yang hidup pasca Nabi Adam AS seperti Nuh AS, Hud AS, dan Shaleh AS juga mengerjakan ibadah haji ke Baitullah namun dengan tata cara yang tidak sama. Perbedaan tata cara itu disebabkan oleh latar belakang waktu dan tempat di mana nabi-nabi itu diutus berbeda-beda.
Syariat yang dibawa oleh nabi-nabi terus berkembang menuju titik kesempurnaan, dan di tangan Nabi Muhammad SAW kesempurnaan itu akhirnya terwujud. Meski ritual haji di antara para nabi berbeda-beda, akidah atau keyakinan mereka tetap sama, yaitu beriman kepada Tuhan Yang Mahaesa.
Editor: Dewi Mardiani
Reporter: Hannan Putra
Sumber : Panduan Super Lengkap Haji & Umrah, Oleh Aguk Irawan MN

anda tertarik untuk melaksanakan ibadah haji ? udah ada dananya ? Tunggu apa lagi daftarkan segera diri anda ke Travel haji plus Primsaidah  jika anda daftar sekarang anda akan lebih cepat beranggkat ke tanah suci makkah
Rabu, 06 Februari 2013

Adrie Subono, tidak bosen berangkat ibadah umroh

Ibadah Umroh Adrie Subono Meneteskan Air mata


ibadah umrohREPUBLIKA.CO.ID,  ''Air mata ini tak bisa tertahan lagi. Saya langsung menangis ketika kali pertama melihat Ka'bah.'' Ucapan itu spontan saja meluncur dari mulut Adrie Subono, promotor musik kondang negeri ini.

Adrie mengenang kejadian itu saat menunaikan ibadah umroh pada 1986. Saat itu ia ke Tanah Suci bersama dengan BJ Habibie yang menjadi pamannya. Namun, emosinya lebih tak tertahan lagi tat kala melihat Ka'bah saat  datang untuk kali kedua.

Pengalaman berumroh kali kedua itu dilakukannya setelah sembuh dari penyakit. Ia pergi tak sendiri. Sejumlah kerabat yang setia memberikan dorongan saat ia sakit, semuanya diboyong. Bagaimana perasaan yang terjadi saat itu? ''Saya gemetar, tak bisa berucap apa-apa. Sungguh pengalaman luar biasa,'' ujarnya.

Adrie mengaku hingga kini sudah empat kali menunaikan ibadah umroh. Dalam dua tahun terakhir ini, ia selalu berumroh menemani BJ Habibie. ''Tahun ini juga ada rencana. Insya Allah. Doakan saja,'' katanya dengan nada penuh semangat.

Walau telah berulang kali menyambangi Tanah Suci, Adrie ternyata tak pernah bosan. Dalam setiap kunjungannya, ia selalu menyimpan kenangan. Bahkan, setiap kali menunaikan ibadah shalat wajib di Masjidil Haram, dia merasa sangat bahagia. ''Kebahagian yang tak bisa terlukiskan,'' ucapnya.

Selayaknya umat Islam yang datang ke Tanah Suci, Adrie juga selalu menumpahkan segala doa kepada Sang Khalik. Ia merasa seperti menemukan sesuatu yang sulit ditemukan selama berada di Tanah Air. ''Ada perasaan damai di hati. Sungguh nyaman. Inilah yang membuat saya selalu ingin ke sana,''.

Ia merasa sangat bersyukur setiap kali pergi umroh, selalu berkesempatan dapat mencium hajar aswad. Proses untuk mencapai batu hitam itu juga tak menemui banyak kendala. Padahal, cukup banyak cerita dari mereka yang pergi ke Tanah Suci, kerap kali sangat sulit untuk mendekat, apalagi mencium hajar aswad. ''Tapi alhamdulillah, kita selalu mendapatkan kemudahan. Ini juga yang membuat saya bahagia,'' bagai mana anda tertarik ibadah umroh ?

Reporter : M Akbar Redaktur : Heri Ruslan
sumber http://www.republika.co.id
Kamis, 24 Januari 2013

Beribadah Haji harus dengan Ikhlas


haji mabrur
saat melaksanakan ibadah haji
Sidang pembaca Pada kesempatan kali ini ongkos-onhplus.blogspot.com akan sharing mengenai dalil-dalil tentang Ikhlas dalam melkuakan ibadah haji. Seperti kita ketahui bahwa syarat-syarat diterimanya amal ibadah ada dua yaitu; ikhlas dan sesuai dengan petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dalil yang menunjukkan akan hal ini adalah firman Allah Ta’ala,

{قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَى إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا }

“Katakanlah: “Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: “Bahwa sesungguhnya sembahan kalian adalah sembahan Yang Esa”. Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya”. (QS. Al Kahfi: 110).

Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan ketika mengomentari ayat di atas,

وَهذانِ ركُنَا العملِ المتقَبَّلِ. لاَ بُدَّ أن يكونَ خالصًا للهِ، صَوابُا  عَلَى شريعةِ رَسولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم.

“Ini adalah dua rukun diterimanya amalan yaitu harus ikhlas karena Allah dan harus sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam”. Lihat kitab Tafsir Ibnu Katsir.

Sedangkan Ibnul Qayyim mengatakan suatu perkataan yang sangat indah dan penuh makna,

أي كَما أنهُ إلهٌ واحدٌ لاَ إلهَ سواهُ فَكذلكَ ينبغِي أَنْ تكُونَ العبادةُ لهُ وحدَهُ فَكمَا تَفَرَّدَ بِالالهيةِ يُحِبُّ أنْ يُفردَ بِالعبوديةِ فالعملُ الصالحُ هوَ الْخالِى مِن الرياءِ المُقَيَّدُ بِالسُّنةِ وَكان مِنْ دُعَاء عمرِ بنِ الخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْ عَمَلِى كلَّهُ صَالحِاً وَاجْعَلْهُ لِوَجْهِكَ خَالِصاً وَلاَ تَجْعَلْ لِأَحَدٍ فِيْهِ شَيْئاً

 “Sebagaimana Allah adalah sembahan satu-satu-Nya, tidak ada sesembahan selain-Nya, maka demikian pula seharusnya ibadah hanya milik-Nya semata, sebagaimana Allah satu-satu-Nya di dalam perkara kekuasaan, maka Dia menyukai disendirikan dalam hal peribadatan. Jadi, amal shalih adalah amal perbuatan yang terlepas dari riya’ dan yang terikat dengan sunnah. Termasuk doa Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu adalah “Allahummaj’al ‘amali kullaha shoolihan waj’al liwajhika kholishon wa la taj’al li ahadin fihi syai-an” (Wahai Allah, jadikanlah seluruh amalku sebagai amal shalih/baik dan jadikanlah amalanku hanya murni untuk wajah-Mu dan janganlah jadikan dalam amalku sedikitpun untuk seorang makhluk). Lihat Kitab Al Jawab Al Kafi.

Dan demikian pula dalam ibadah haji, harus ikhlas, yaitu mengerjakan amal ibadah murni hanya kepada Allah Ta’ala saja bukan kepada yang lain.

Dan ikhlas adalah,

الإِخْلاَصُ أَلاَّ تَطْلُبَ عَلَى عَمَلِكَ شاَهداً غَيْرَ اللهِ ، وَلاَ مُجَازِياً سِوَاهُ

 “Tidak mencari yang melihat atas amalmu adalah selain Allah dan tidak mencari yang memberi ganjaran atas amalmu selain-Nya”. Lihat Madarij As Salikin.

Orang yang ikhlas tidak akan pernah suka dipuji oleh manusia dan tidak akan pernah berharap apa yang ada ditangan manusia ata Ria 

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,

لاَ يَجْتَمعُ الإِخلاصُ فيِ الْقلْبِ وَمحبةُ الْمَدحِ وَالثَّنَاءِ وَالطَّمَعِ فِيْمَا عِنْدَ النَّاسِ إِلاَّ كَمَا يَجْتَمِعُ المْاءُ والنارُ والضَّبُ والحُوتُ

“Tidak akan berkumpul di dalam hati, keikhlasan dengan kecintaan terhadap pujian dan ketamakan terhadap yang ada di tangan manusia kecuali seperti berkumpulnya air dengan api atau biawak dengan ikan”. Lihat kitab Al Fawaid, karya Ibnul Qayyim.

Amalan yang tidak ikhlas tidak akan diterima oleh Allah Ta’ala. Nabi shallalllahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

قَالَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى أَنَا أَغْنَى الشُّرَكَاءِ عَنِ الشِّرْكِ مَنْ عَمِلَ عَمَلًا أَشْرَكَ فِيهِ مَعِي غَيْرِي تَرَكْتُهُ وَشِرْكَهُ

“Allah Tabaraka wa Ta’ala  berfirman: “Aku Maha tidak butuh kepada sekutu, barangsiapa beramal suatu amalan yang dia menyekutukan-Ku di dalamnya, maka Aku tinggalkan amalan itu bersama apa yang dia sekutukan”. (HR. Muslim)

Khusus mengenai ikhlas dalam ibadah haji, Allah Ta’ala berfirman,

{وَإِذْ بَوَّأْنَا لِإِبْرَاهِيمَ مَكَانَ الْبَيْتِ أَنْ لَا تُشْرِكْ بِي شَيْئًا وَطَهِّرْ بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ وَالْقَائِمِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ}

“Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan): “Janganlah kamu menyekutukan sesuatu pun dengan Aku dan sucikanlah rumah-Ku ini bagi orang-orang yang tawaf, dan orang-orang yang beribadah dan orang-orang yang rukuk dan sujud“. (QS. Al Hajj: 26).
Selain Ikhlas dalam ibadah haji dan umroh  juga harus Mutaba'ah Apa yang di sebut Mutaba'ah ? Mutaba’ah, yaitu amalan ibadah tersebut hendaklah sesuai dengan apa yang diajarkan Rasulullah shalalahu ‘alaihi wa sallam. Nabi shallalllahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

“Barangsiapa mengamalkan suatu amalan yang tidak ada asalnya dari agama kita maka amalan itu tertolak”. (HR. Muslim).

Khusus di dalam pelaksanaan ibadah haji Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ خُذُوا مَنَاسِكَكُمْ فَإِنِّى لاَ أَدْرِى لَعَلِّى لاَ أَحُجُّ بَعْدَ عَامِى هَذَا

“Wahai manusia, ambilah manasik kalian (dariku), karena sesungguhnya aku tidak mengetahui mungkin saja aku tidak berhaji setelah tahun ini”. (HR. Muslim dan lafazh ini dari riwayat An Nasai).

 خُذُوا عَنِّى مَنَاسِكَكُمْ فَإِنِّى لاَ أَدْرِى لَعَلِّى أَنْ لاَ أَحُجَّ بَعْدَ حَجَّتِى هَذِهِ

 “Ambillah dariku manasik-manasik kalian, karena sesungguhnya aku tidak mengetahui, mungkin saja aku tidak berhaji setelah hajiku ini”. (HR. Muslim).

Tidak akan lurus perkataan, perbuatan dan niat kecuali mengikuti sunnah. Sufyan bin Sa’id Ats Tsaury rahimahullah berkata,

” كان الفقهاءُ يَقُولُونَ : لاَ يَسْتَقِيْمُ قَولٌ إِلاَّ بِعَملٍ ، وَلاَ يَسْتَقِيْمُ قولٌ وعملٌ إِلاَّ بِنِيَّةٍ ، وَلاَ يَسْتَقِيْمُ قولٌ وعملٌ ونيةٌ إِلاَّ بِمُوَافقةِ السُّنَّةِ”.

 “Para Ahli Fikih berkata: “Tidak akan lurus perkataan kecuali dengan perbuatan, tidak akan lurus perkataan dan perbuatan kecuali dengan niat dan tidak akan sempurna perkataan dan perbuatan serta niat kecuali dengan mengikuti ajaran (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam)”. Lihat kitab Al Ibanah, karya Ibnu Baththah.

Siapa yang beribadah menyelisihi petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka ibadahnya akan melenceng dari kebenaran. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata,

من فارق الدليل ضل السبيل، ولا دليل إلا بما جاء به الرسول – صلى الله عليه وسلم –

 “Barangsiapa yang menjauhi dalil maka ia telah tersesat jalan, dan tidak ada dalil kecuali dengan apa yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam”. Lihat kitab Miftah Dar As Sa’adah

Jadi Beribadah Haji harus dengan Ikhlas dan harus sesuai dengan petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam jangan semata-mata karena ingin gelar "pak haji" menurut saya itu RUGI BESAR
Semoga Allah memberi kita semua kaum muslim haji mabrur.


Sumber Reperensi : http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/haji-mabrur-1-berhaji-harus-ikhlas-dan-sesuai-tuntunan.html
Senin, 07 Januari 2013

Haji Mabrur Episode II

Apa itu Haji Mabrur?

Al Hasan Al Bashri rahimahullah mengatakan, “Haji mabrur adalah jika sepulang haji menjadi orang yang zuhud dengan dunia dan merindukan akherat.”
Al Qurthubi rahimahullah menyimpulkan, “Haji mabrur adalah haji yang tidak dikotori oleh maksiat saat melaksanakan manasik dan tidak lagi gemar bermaksiat setelah pulang haji.” (Tafsir Al Qurthubi, 2/408)
An Nawawi rahimahullah berkata, “Pendapat yang paling kuat dan yang paling terkenal, haji mabrur adalah haji yang tidak ternodai oleh dosa, diambil dari kata-kata ‘birr’ yang bermakna ketaatan. Ada juga yang berpendapat bahwa haji mabrur adalah haji yang diterima. Di antara tanda diterimanya haji seseorang adalah adanya perubahan menuju yang lebih baik setelah pulang dari pergi haji dan tidak membiasakan diri melakukan berbagai maksiat. Ada pula yang mengatakan bahwa haji mabrur adalah haji yang tidak tercampuri unsur riya’. Ulama yang lain berpendapat bahwa haji mabrur adalah jika sepulang haji tidak lagi bermaksiat. Dua pendapat yang terakhir telah tercakup dalam pendapat-pendapat sebelumnya.” (Syarh Shahih Muslim, 9/118-119)
Haji Mabrur, Jihad yang Paling Afdhol
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

سُئِلَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – أَىُّ الأَعْمَالِ أَفْضَلُ قَالَ « إِيمَانٌ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ » . قِيلَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ « جِهَادٌ فِى سَبِيلِ اللَّهِ » . قِيلَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ « حَجٌّ مَبْرُورٌ »

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya, “Amalan apa yang paling afdhol?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.” Ada yang bertanya lagi, “Kemudian apa lagi?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Jihad di jalan Allah.” Ada yang bertanya kembali, “Kemudian apa lagi?” “Haji mabrur”, jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Bukhari no. 1519)
Dari ‘Aisyah—ummul Mukminin—radhiyallahu ‘anha, ia berkata,

يَا رَسُولَ اللَّهِ ، نَرَى الْجِهَادَ أَفْضَلَ الْعَمَلِ ، أَفَلاَ نُجَاهِدُ قَالَ « لاَ ، لَكِنَّ أَفْضَلَ الْجِهَادِ حَجٌّ مَبْرُورٌ »

“Wahai Rasulullah, kami memandang bahwa jihad adalah amalan yang paling afdhol. Apakah berarti kami harus berjihad?” “Tidak. Jihad yang paling utama adalah haji mabrur”, jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Bukhari no. 1520)
Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa ia mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ حَجَّ لِلَّهِ فَلَمْ يَرْفُثْ وَلَمْ يَفْسُقْ رَجَعَ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ

““Siapa yang berhaji ke Ka’bah lalu tidak berkata-kata seronok dan tidak berbuat kefasikan maka dia pulang ke negerinya sebagaimana ketika dilahirkan oleh ibunya.” (HR. Bukhari no. 1521).
Ibnu Hajar Asy Syafi’i rahimahullah mengatakan, “Haji disebut jihad karena di dalam amalan tersebut terdapat mujahadah (jihad) terhadap jiwa.”
Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah mengatakan, “Haji dan umroh termasuk jihad. Karena dalam amalan tersebut seseorang berjihad dengan harta, jiwa dan badan. Sebagaimana Abusy Sya’tsa’ berkata, ‘Aku telah memperhatikan pada amalan-amalan kebaikan. Dalam shalat, terdapat jihad dengan badan, tidak dengan harta. Begitu halnya pula dengan puasa. Sedangkan dalam haji, terdapat jihad dengan harta dan badan. Ini menunjukkan bahwa amalan haji lebih afdhol’.”

Demikianlah kriteria haji mabrur. Kriteria penting pada haji mabrur adalah haji tersebut dilakukan dengan ikhlas dan bukan atas dasar riya’, bukan ingin mencari pujian, bukan ingin disebut “Pak Haji”.
Sabtu, 05 Januari 2013

Rangkaian kegiatan ibadah Haji umrah yang perlu di ketahui

haji-indonesia rangkainan ibadah ibadah haji

Assalamuaikum wr.wb pada kesempatan hari ini onhplus.blogspot.com akan saharing rangkaian ibadah haji dan umrah.

Rangkaian kegiatan ibadah Haji

  1. Sebelum tanggal 8 Dzulhijjah, calon jamaah haji mulai berbondong untuk melaksanakan Tawaf Haji di Masjid Al Haram, Makkah.
  2. Calon jamaah haji memakai pakaian Ihram (dua lembar kain tanpa jahitan sebagai pakaian haji), sesuai miqatnya, kemudian berniat haji, dan membaca bacaan Talbiyah, yaitu mengucapkan Labbaikallahumma labbaik labbaika laa syarika laka labbaik. Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk laa syarika laka..
  3. Tanggal 9 Dzulhijjah, pagi harinya semua calon jamaah haji menuju ke padang Arafah untuk menjalankan ibadah wukuf. Kemudian jamaah melaksanakan ibadah Wukuf, yaitu berdiam diri dan berdoa di padang Arafah hingga Maghrib datang.
  4. Tanggal 9 Dzulhijjah malam, jamaah menuju ke Muzdalifah untuk mabbit (bermalam) dan mengambil batu untuk melontar jumroh secukupnya.
  5. Tanggal 9 Dzulhijjah tengah malam (setelah mabbit) jamaah meneruskan perjalanan ke Mina untuk melaksanakan ibadah melontar Jumroh
  6. Tanggal 10 Dzulhijjah, jamaah melaksanakan ibadah melempar Jumroh sebanyak tujuh kali ke Jumroh Aqobah sebagai simbolisasi mengusir setan. Dilanjutkan dengan tahalul yaitu mencukur rambut atau sebagian rambut.
  7. Jika jamaah mengambil nafar awal maka dapat dilanjutkan perjalanan ke Masjidil Haram untuk Tawaf Haji (menyelesaikan Haji)
  8. Sedangkan jika mengambil nafar akhir jamaah tetap tinggal di Mina dan dilanjutkan dengan melontar jumroh sambungan (Ula dan Wustha).
  9. Tanggal 11 Dzulhijjah, melempar jumrah sambungan (Ula) di tugu pertama, tugu kedua, dan tugu ketiga.
  10. Tanggal 12 Dzulhijjah, melempar jumrah sambungan (Ula) di tugu pertama, tugu kedua, dan tugu ketiga.
  11. Jamaah haji kembali ke Makkah untuk melaksanakan Thawaf Wada’ (Thawaf perpisahan) sebelum pulang ke negara masing-masing
Demikian lah rangkain ibadah haji umrah yang peru di ketahui oleh para calon jamaah haji-indonesia plus dan terimakasih telah membaca artikel kami yang berjudul  Rangkaian kegiatan ibadah Haji umrah yang perlu di ketahui semoga menjadi ilmu yang bermanfaat bagi sobat sekalian ...
Senin, 09 April 2012

Ongkos Haji ONH Plus

Ongkos Haji ONH Plus - Travel Umroh Haji ONH Plus Prima Saidah Sudah berdiri sejak tahun 1999, Dan Sudah Memberangkatkan lebih dari 7000 Jamaah Dari seluruh Indonesia, Kami akan mengatur perjalanan ibadah haji ONH Plus dan travel umroh sesuai budget Anda, Bisa pilih sendiri paket umroh 2012, jadwal keberangkatan, tujuan tambahan, jenis pesawat dan hotel juga pebimbing yang Anda sukai,

Gratis tiket pesawat Pulang Pergi dari daerah/kota di seluruh Indonesia ke Jakarta bagi jamaah.

Tersedia Dana Talangan Haji sebesar Rp.30.000.000 bagi calon jamaah haji.

Biaya Haji Plus RP 52.500.000,- Dengan Program Haji Terencana Rahmatanlil'alamin (HTR). Hubungi Prima Saidah Untuk Informasi Lebih Lanjut

Contact Us


Office photo

Gedung Twink Jl Kap Tendean 82 Jakarta Selatan
Telpon : 021- 8334-2656/
021-8265-0736
Sms Centre : 0852-8032.8136

      Email:travelprimasaidah@Gmail.com

----------------------------------------------------------
travelhajiumroh.web.id
PETA KANTOR BIRO TRAVEL HAJI PRIMASAIDAH


View Larger Map
MENERIMA CALON JAMAAH SELURUH Kota dan Propinsi di INDONESIA 
KOTABandungCirebonGarutKarawangTasikmalayaAcehBengkuluMedanPadangPalembangPekanbaruRiauSurabayaAmbonDenpasar BaliBalikpapanBanjarmasinBatamBekasiBogorCianjurDepokGorontaloJayapuraKendariMaduraMakassarMalukuManadoPontianakSukabumiTangerang

PROPINSINanggroe Aceh Darussalam / NAD (Daerah Istimewa)Sumatera Utara / SumutSumatera Barat / SumbarBengkuluRiau Kepulauan Riau / KepriJambiSumatera Selatan / SumselLampungKepulauan Bangka Belitung / BabelDKI Jakarta / Daerah Khusus Ibukota JakartaJawa Barat / JabarBanten, Jawa Tengah / JatengDI Yogyakarta / Daerah Istimewa YogyakartaJawa Timur / JatimPulau KalimantanKalimantan Barat / KalbarKalimantan Tengah / KaltengKalimantan Selatan / KalselKalimantan Timur / KaltimNusa TenggaraBaliNTB Nusa Tenggara BaratNTB Nusa Tenggara TimurPulau SulawesiSulawesi Barat / SulbarSulawesi Utara / SulutSulawesi Tengah / Sulteng Sulawesi Selatan / SulselSulawesi Tenggara / SultraGorontalo Kepulauan Maluku dan Pulau PapuaMalukuMaluku UtaraPapua BaratPapua Kepulauan RiauKepulauan Bangka Belitung Banten GorontaloMaluku UtaraPapua Barat