INFO - BIAYA - HARGA - ONGKOS - DAFTAR - PAKET - JADWAL - SYARAT - BIRO - PERJALANAN - PENYELENGGARA - MANASIK - IBADAH - TOUR - AND | TRAVEL HAJI | DAN - UMRAH - UMROH - KHUSUS - PLUS - DI JAKARTA - DI BANDUNG - 2011 - 2013 - DI SURABAYA - DI MEDAN - MURAH - ONH - INDONESIA - KUOTA - DEPAG - KBIH

Tampilkan postingan dengan label artikel haji. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel haji. Tampilkan semua postingan
Jumat, 03 Mei 2013

Menag Sedih ongkos haji Di bilang Mahal

Ongkos haji
Menteri Agama Suryadharma Ali mengaku sedih ketika ada pihak yang membandingkan ongkos haji Indonesia lebih mahal dibanding Malaysia. Apa lagi orang yang mengomentarinya tidak tahu permasalahan haji dan hanya asal bicara. “Antrian daftar berangkat haji di Malaysia disebut lebih pendek daripada Indonesia. Padahal hal itu tak benar,”ujarnya di Jakarta, Rabu (1/5).
Ia menjelaskan, dari tahun ke tahun pelayanan jemaah haji makin baik. Penilaian baik tersebut bukan datang dari Kementerian Agama, tetapi dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan lembaga lainnya.
Menurutnya, BPS dengan metodologi tersendiri memberi penilaian terhadap penyelenggaraan ibadah haji dalam beberapa tahun terakhir. Penilaian terhadap penyelenggaraan haji setahun terakhir, diakui oleh Menag mengalami penurunan. Tetapi indeks penurunan tersebut terjadi hanya sedikit, hanya nol koma. Nilainya masih tetap berkisar pada angka delapan. menurut anda bagai mana apakah betul ONH haji di indonesia lebih mahal daripada di malaysia ? yang menuruk kabar kalau di sana antrean haji sudah sampai 2045, dan di indonesia baru sampai 2018 ?  
Kamis, 11 April 2013

Saudi Bangun terowongan untuk jemaah haji


Pemerintah Arab Saudi saat ini tengah gencar membangun proyek perluasan area ibadah haji. “Pembangunan ini terhitung yang terbesar tahun ini,” kata Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Mustafa Bin Ibrahim Al Mubarak saat melepas rombongan umrah di Jakarta, Selasa 9 April 2012.Pembangunan itu meliputi antara lain transportasi kereta api untuk jamaah haji dan umrah, proyek terowongan yang menghubungkan Mina, Muzdalifah dan Arafat, hingga perluasan akses jamaah sehingga mudah mengambil air zamzam di Mekkah.
Proyek terbaru yang juga tengah dimatangkan April ini adalah pembangunan 60 ribu tenda tahan api dengan biaya 2 miliar riyal (sekitar Rp 5,5 triliun). Proyek ini ditargetkan rampung dalam tiga tahun ke depan. “Proyek ini bagian dari memberi layanan terbaik bagi jamaah,” kata Habib Zain Al-Abideen, deputi Menteri Pekerjaan Umum Arab Saudi. Seluruh biaya proyek perluasan itu mencapai 12,6 miliar riyal. Ini sudah termasuk proyek transportasi kereta api yang akan menjangkau maktab-maktab jamaah terjauh yang ditaksir menelan 5 miliar riyal dan pembangunan terowongan terkoneksi antara Mina, Muzdalifah dan Arafat yang juga menghabiskan 5 miliar riyal.
Pekerjaan yang dikebut dan harus selesai tahun ini adalah penambahan tenda bagi 30 ribu jamaah di Mina. Pemerintah Saudi akan menyiapkan bukit-bukit baru di Arafat bagi tenda-tenda tersebut.
Usamah Felali, Ketua Komite Nasional untuk Haji dan Umrah, menambahkan, Saudi juga akan merelokasi 50 kantor pemerintahan mereka di Mina. Targetnya, kata Felali, seluruh tempat di kawasan masjidil haram bisa menampung sebanyak-banyaknya jamaah yang ingin berziarah ke tanah suci makah . Kemarin malam, sebanyak 22 orang yang dilepas Duta Besar Arab Saudi untuk berumrah telah tiba di Madinah. Rombongan yang terdiri dari para pengajar universitas dan pesantren ini selain beribadah di Masjid Nabawi juga akan mengunjungi Universitas Madinah siang ini. Program umrah ini terlaksana atas kerja sama kedutaan dengan Atase Agama Kedutaan Saudi dan Yayasan Wakaf Sheikh Saleh Al Rajhi selaku sponsor. sumber : tempo
Selasa, 19 Maret 2013

PHU dan polri tantatangani nota kesepahaman

penyelenggara haji
Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) dan Polri menandatangani nota kesepahaman tentang pengawasan dan penegakan hukum terhadap penyelenggaraan ibadah haji khusus dan umroh di Jakarta, Selasa.
 Nota kesepahaman tersebut ditandatangani Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Komjen Fajar Prihantoro dan Dirjen PHU Anggito Abimanyu dengan disaksikan Menteri Agama Suryadharma Ali, para pejabat dari Kementerian Agama, Polri dan sejumlah pengurus asosiasi penyelenggara perjalanan haji dan umroh.
Dalam acara tersebut juga hadir Kepala Pendidikan Polri Komjen Pol Budi Gunawan, Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar, Dirjen Bimas Islam Abdul Djamil dan Irjen Kemenag M. Jasin.
Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan, penyelenggaraan haji kini sudah memasuki ranah bisnis. Bukan sekedar ibadah sehingga harus diatur. Undang-Undang No.13 tahun 2008 mengatur penyelenggaraan ibadah haji dan umroh.
Karena perjalanan haji dan umroh berbeda dengan perjalanan lainnya seperti wisata ke negara lain, maka diperlukan pengawasan dan sebagai penyelenggaranya adalah menteri agama, kata Suryadharma Ali.
Untuk itu, penyelenggaraan haji dan umroh pun harus diatur dan mengindahkannya. Penyelenggara perjalanan haji dan umroh harus memiliki izin dan jika ada penyelenggara ibadah haji yang nakal, maka perlu ditindak guna melindungi Jemaah itu sendiri.
Karena ibadah tersebut menyangkut bisnis dan daftar tunggu sampai rata-rata 12 tahun, maka minat ke tanah suci memiliki daya tarik sendiri dan dari tahun ke tahun makin tinggi. Untuk ini perlu adanya ketertiban agar jemaah tidak terlantar dan terlayani dengan baik, katanya.
Ia mengakui banyak jemaah tertipu oleh penyelenggara haji dan umroh yang tak memiliki izin. Bahkan ada penyelenggara haji berizin pun melakukan pelanggaran. Untuk ini diharapkan ke depan pihaknya bersama Polri bisa menertibkan.
Muara dari nota kesepahaman itu adalah adanya penegakan hukum sehingga Jemaah dapat terlayani dengan baik, baik ketika dalam perjalanan maupun ketika melaksanakan ibadah di tanah suci, Mekkah dan Madinah. Polri harus proaktif
Sementara itu, Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Komjen Fajar Prihantoro dalam sambutannya atas nama Kapolri Jendral Polisi Timur Pradopo mengatakan, pihaknya memang harus proaktif dalam menertibkan penyelenggara haji dan umroh.
Diakui setiap tahun kerap terjadi adanya penyelenggara haji dan umroh menelantarkan jemaahnya.
Pembenahannya, kata Kapolri, perlu dilakukan dari hulu hingga hilir sehingga pelayanan kepada
masyarakat ke depan semakin baik. Kerja sama dalam bentuk nota kesepahaman itu diharapkan menghasilkan satu persepsi untuk terwujudnya penyelenggaraan haji dan umroh yang lebih baik.
Pihaknya berharap setelah nota kesepahaman tersebut ditandatangani seluruh pemangku kepentingan dapat segera mensosialisasikannya. Dengan cara itu, masyarakat dapat mengetahui, katanya

Umroh Perjalanan Spiritual ketanah suci

umroh haji
Umrah dan haji adalah perjalanan spiritual yang penting untuk umat Islam. Pergi ke Tanah Suci Makkah di Arab Saudi lebih dari sekadar ibadah, tapi ada wisata religi yang dilakukan demi mendekatkan diri kepada Allah.

Dari buku Ensiklopedi Tematis Ayat Al Quran dan Hadits terbitan Widya Cahaya, umrah adalah berziarah. Secara syariah, umrah adalah berbaju ihram, melakukan Tawaf memutari Ka'bah, Sa'i dari Bukit Shafa ke Bukit Marwa, bercukur atau memotong rambut.

Bedanya dengan haji adalah, umrah tidak melakukan Wuquf di Arafah, tidak menginap di Muzdalifah dan tidak melempar Jumrah. Namun yang jelas, animo orang untuk melakukan umrah terus meningkat setiap tahun apalagi di Bulan Ramadan seperti sekarang ini.

Umrah membawa para jamaah menuju Makkah, berkunjung ke Masjidil Haram. Masjid paling besar dan paling suci untuk umat Islam. Inilah tempatnya Ka'bah, kiblat salat untuk umat Islam di seluruh dunia dan tempat dimana doa dikabulkan. Di sini, jamaah yang berbaju ihram melakukan Tawaf memutari Ka'bah, Sa'i dari Bukit Shafa ke Bukit Marwa diakhiri dengan bercukur atau memotong rambut.

Selanjutnya mereka berziarah ke banyak tempat seperti ke Masjid Nabawi di Madinah untuk melihat Raudhah, area halaman rumah Rasulullah yang kini menjadi bagian masjid tersebut. Ada pula ziarah ke aneka destinasi wisata religi penting seperti Jabal Rahmah, tempat bertemunya Nabi Adam dan Siti Hawa, sampai aneka destinasi wisata belanja seperti supermarket Bin Daud.

Ratusan biro perjalanan haji dan umrah bertebaran di seluruh Indonesia menunggu untuk didatangi calon jamaah. Umrah pada hari ini adalah sebuah tren traveling, tak ubahnya orang bepergian ke Singapura atau Bangkok. Bedanya, umrah adalah traveling yang memiliki dasar religi yang kuat.

Selebihnya, umrah adalah bicara mengenai aneka paket tur yang memberikan jamaah banyak pilihan. Semuanya bisa disesuaikan dengan isi kantong, fasilitas yang didapatkan pun tentu berbeda. Umrah bisa dimulai dari kisaran Rp 18 juta-an sampai Rp 50-an juta. Yang paling mahal biasanya menyertakan agenda traveling ke negara lain seperti Mesir dan Turki.

Apapun paket umrah yang dipilih, itu bergantung pada selera para jamaah. Satu hal yang pasti, Tanah Suci Makkah memiliki magnet dahsyat untuk sebuah traveling lintas negara yang dilakukan umat Islam atas nama mendekatkan diri kepada Allah. (sumber:http://travel.detik.com/read/2012/07/26/071837/1975022/1383/umrah-traveling-spiritual-ke-tanah-suci?v771108bcj)
Jumat, 22 Februari 2013

Suryadarma ali lobi mentri arab saudi


Jakarta (Sinhat)--Menteri Agama Suryadharma Ali mengadakan pertemuan dengan Menteri Haji Arab Saudi Bandar bin Mohammed Al-Hajjar, di Jeddah, Arab Saudi,  Selasa (12/2). Dalam Pertemuan dibicarakan beberapa hal yang terkait dengan perumahan dan transportasi jemaah haji Indonesia. Dalam pertemuan tersebut juga dibicarakan tentang bimbingan jemaah haji.

Menteri Haji Arab Saudi Bandar bin Mohammed Al-Hajjar menyatakan pentingnya memberi bimbingan kepada jemaah haji sebelum mereka tiba di Arab Saudi.

Pada kesempata tersebut, Menag Suryadharma Ali memuji pemerintah Arab Saudi yang telah memberikan layanan kepada jemaah haji, termasuk pengembangan dua masjid suci sehingga dapat menampung jemaah lebih besar lagi. (arabnews/Foto SPA)
Rabu, 06 Februari 2013

Adrie Subono, tidak bosen berangkat ibadah umroh

Ibadah Umroh Adrie Subono Meneteskan Air mata


ibadah umrohREPUBLIKA.CO.ID,  ''Air mata ini tak bisa tertahan lagi. Saya langsung menangis ketika kali pertama melihat Ka'bah.'' Ucapan itu spontan saja meluncur dari mulut Adrie Subono, promotor musik kondang negeri ini.

Adrie mengenang kejadian itu saat menunaikan ibadah umroh pada 1986. Saat itu ia ke Tanah Suci bersama dengan BJ Habibie yang menjadi pamannya. Namun, emosinya lebih tak tertahan lagi tat kala melihat Ka'bah saat  datang untuk kali kedua.

Pengalaman berumroh kali kedua itu dilakukannya setelah sembuh dari penyakit. Ia pergi tak sendiri. Sejumlah kerabat yang setia memberikan dorongan saat ia sakit, semuanya diboyong. Bagaimana perasaan yang terjadi saat itu? ''Saya gemetar, tak bisa berucap apa-apa. Sungguh pengalaman luar biasa,'' ujarnya.

Adrie mengaku hingga kini sudah empat kali menunaikan ibadah umroh. Dalam dua tahun terakhir ini, ia selalu berumroh menemani BJ Habibie. ''Tahun ini juga ada rencana. Insya Allah. Doakan saja,'' katanya dengan nada penuh semangat.

Walau telah berulang kali menyambangi Tanah Suci, Adrie ternyata tak pernah bosan. Dalam setiap kunjungannya, ia selalu menyimpan kenangan. Bahkan, setiap kali menunaikan ibadah shalat wajib di Masjidil Haram, dia merasa sangat bahagia. ''Kebahagian yang tak bisa terlukiskan,'' ucapnya.

Selayaknya umat Islam yang datang ke Tanah Suci, Adrie juga selalu menumpahkan segala doa kepada Sang Khalik. Ia merasa seperti menemukan sesuatu yang sulit ditemukan selama berada di Tanah Air. ''Ada perasaan damai di hati. Sungguh nyaman. Inilah yang membuat saya selalu ingin ke sana,''.

Ia merasa sangat bersyukur setiap kali pergi umroh, selalu berkesempatan dapat mencium hajar aswad. Proses untuk mencapai batu hitam itu juga tak menemui banyak kendala. Padahal, cukup banyak cerita dari mereka yang pergi ke Tanah Suci, kerap kali sangat sulit untuk mendekat, apalagi mencium hajar aswad. ''Tapi alhamdulillah, kita selalu mendapatkan kemudahan. Ini juga yang membuat saya bahagia,'' bagai mana anda tertarik ibadah umroh ?

Reporter : M Akbar Redaktur : Heri Ruslan
sumber http://www.republika.co.id
Kamis, 24 Januari 2013

Beribadah Haji harus dengan Ikhlas


haji mabrur
saat melaksanakan ibadah haji
Sidang pembaca Pada kesempatan kali ini ongkos-onhplus.blogspot.com akan sharing mengenai dalil-dalil tentang Ikhlas dalam melkuakan ibadah haji. Seperti kita ketahui bahwa syarat-syarat diterimanya amal ibadah ada dua yaitu; ikhlas dan sesuai dengan petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dalil yang menunjukkan akan hal ini adalah firman Allah Ta’ala,

{قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَى إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا }

“Katakanlah: “Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: “Bahwa sesungguhnya sembahan kalian adalah sembahan Yang Esa”. Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya”. (QS. Al Kahfi: 110).

Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan ketika mengomentari ayat di atas,

وَهذانِ ركُنَا العملِ المتقَبَّلِ. لاَ بُدَّ أن يكونَ خالصًا للهِ، صَوابُا  عَلَى شريعةِ رَسولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم.

“Ini adalah dua rukun diterimanya amalan yaitu harus ikhlas karena Allah dan harus sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam”. Lihat kitab Tafsir Ibnu Katsir.

Sedangkan Ibnul Qayyim mengatakan suatu perkataan yang sangat indah dan penuh makna,

أي كَما أنهُ إلهٌ واحدٌ لاَ إلهَ سواهُ فَكذلكَ ينبغِي أَنْ تكُونَ العبادةُ لهُ وحدَهُ فَكمَا تَفَرَّدَ بِالالهيةِ يُحِبُّ أنْ يُفردَ بِالعبوديةِ فالعملُ الصالحُ هوَ الْخالِى مِن الرياءِ المُقَيَّدُ بِالسُّنةِ وَكان مِنْ دُعَاء عمرِ بنِ الخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْ عَمَلِى كلَّهُ صَالحِاً وَاجْعَلْهُ لِوَجْهِكَ خَالِصاً وَلاَ تَجْعَلْ لِأَحَدٍ فِيْهِ شَيْئاً

 “Sebagaimana Allah adalah sembahan satu-satu-Nya, tidak ada sesembahan selain-Nya, maka demikian pula seharusnya ibadah hanya milik-Nya semata, sebagaimana Allah satu-satu-Nya di dalam perkara kekuasaan, maka Dia menyukai disendirikan dalam hal peribadatan. Jadi, amal shalih adalah amal perbuatan yang terlepas dari riya’ dan yang terikat dengan sunnah. Termasuk doa Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu adalah “Allahummaj’al ‘amali kullaha shoolihan waj’al liwajhika kholishon wa la taj’al li ahadin fihi syai-an” (Wahai Allah, jadikanlah seluruh amalku sebagai amal shalih/baik dan jadikanlah amalanku hanya murni untuk wajah-Mu dan janganlah jadikan dalam amalku sedikitpun untuk seorang makhluk). Lihat Kitab Al Jawab Al Kafi.

Dan demikian pula dalam ibadah haji, harus ikhlas, yaitu mengerjakan amal ibadah murni hanya kepada Allah Ta’ala saja bukan kepada yang lain.

Dan ikhlas adalah,

الإِخْلاَصُ أَلاَّ تَطْلُبَ عَلَى عَمَلِكَ شاَهداً غَيْرَ اللهِ ، وَلاَ مُجَازِياً سِوَاهُ

 “Tidak mencari yang melihat atas amalmu adalah selain Allah dan tidak mencari yang memberi ganjaran atas amalmu selain-Nya”. Lihat Madarij As Salikin.

Orang yang ikhlas tidak akan pernah suka dipuji oleh manusia dan tidak akan pernah berharap apa yang ada ditangan manusia ata Ria 

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,

لاَ يَجْتَمعُ الإِخلاصُ فيِ الْقلْبِ وَمحبةُ الْمَدحِ وَالثَّنَاءِ وَالطَّمَعِ فِيْمَا عِنْدَ النَّاسِ إِلاَّ كَمَا يَجْتَمِعُ المْاءُ والنارُ والضَّبُ والحُوتُ

“Tidak akan berkumpul di dalam hati, keikhlasan dengan kecintaan terhadap pujian dan ketamakan terhadap yang ada di tangan manusia kecuali seperti berkumpulnya air dengan api atau biawak dengan ikan”. Lihat kitab Al Fawaid, karya Ibnul Qayyim.

Amalan yang tidak ikhlas tidak akan diterima oleh Allah Ta’ala. Nabi shallalllahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

قَالَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى أَنَا أَغْنَى الشُّرَكَاءِ عَنِ الشِّرْكِ مَنْ عَمِلَ عَمَلًا أَشْرَكَ فِيهِ مَعِي غَيْرِي تَرَكْتُهُ وَشِرْكَهُ

“Allah Tabaraka wa Ta’ala  berfirman: “Aku Maha tidak butuh kepada sekutu, barangsiapa beramal suatu amalan yang dia menyekutukan-Ku di dalamnya, maka Aku tinggalkan amalan itu bersama apa yang dia sekutukan”. (HR. Muslim)

Khusus mengenai ikhlas dalam ibadah haji, Allah Ta’ala berfirman,

{وَإِذْ بَوَّأْنَا لِإِبْرَاهِيمَ مَكَانَ الْبَيْتِ أَنْ لَا تُشْرِكْ بِي شَيْئًا وَطَهِّرْ بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ وَالْقَائِمِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ}

“Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan): “Janganlah kamu menyekutukan sesuatu pun dengan Aku dan sucikanlah rumah-Ku ini bagi orang-orang yang tawaf, dan orang-orang yang beribadah dan orang-orang yang rukuk dan sujud“. (QS. Al Hajj: 26).
Selain Ikhlas dalam ibadah haji dan umroh  juga harus Mutaba'ah Apa yang di sebut Mutaba'ah ? Mutaba’ah, yaitu amalan ibadah tersebut hendaklah sesuai dengan apa yang diajarkan Rasulullah shalalahu ‘alaihi wa sallam. Nabi shallalllahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

“Barangsiapa mengamalkan suatu amalan yang tidak ada asalnya dari agama kita maka amalan itu tertolak”. (HR. Muslim).

Khusus di dalam pelaksanaan ibadah haji Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ خُذُوا مَنَاسِكَكُمْ فَإِنِّى لاَ أَدْرِى لَعَلِّى لاَ أَحُجُّ بَعْدَ عَامِى هَذَا

“Wahai manusia, ambilah manasik kalian (dariku), karena sesungguhnya aku tidak mengetahui mungkin saja aku tidak berhaji setelah tahun ini”. (HR. Muslim dan lafazh ini dari riwayat An Nasai).

 خُذُوا عَنِّى مَنَاسِكَكُمْ فَإِنِّى لاَ أَدْرِى لَعَلِّى أَنْ لاَ أَحُجَّ بَعْدَ حَجَّتِى هَذِهِ

 “Ambillah dariku manasik-manasik kalian, karena sesungguhnya aku tidak mengetahui, mungkin saja aku tidak berhaji setelah hajiku ini”. (HR. Muslim).

Tidak akan lurus perkataan, perbuatan dan niat kecuali mengikuti sunnah. Sufyan bin Sa’id Ats Tsaury rahimahullah berkata,

” كان الفقهاءُ يَقُولُونَ : لاَ يَسْتَقِيْمُ قَولٌ إِلاَّ بِعَملٍ ، وَلاَ يَسْتَقِيْمُ قولٌ وعملٌ إِلاَّ بِنِيَّةٍ ، وَلاَ يَسْتَقِيْمُ قولٌ وعملٌ ونيةٌ إِلاَّ بِمُوَافقةِ السُّنَّةِ”.

 “Para Ahli Fikih berkata: “Tidak akan lurus perkataan kecuali dengan perbuatan, tidak akan lurus perkataan dan perbuatan kecuali dengan niat dan tidak akan sempurna perkataan dan perbuatan serta niat kecuali dengan mengikuti ajaran (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam)”. Lihat kitab Al Ibanah, karya Ibnu Baththah.

Siapa yang beribadah menyelisihi petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka ibadahnya akan melenceng dari kebenaran. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata,

من فارق الدليل ضل السبيل، ولا دليل إلا بما جاء به الرسول – صلى الله عليه وسلم –

 “Barangsiapa yang menjauhi dalil maka ia telah tersesat jalan, dan tidak ada dalil kecuali dengan apa yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam”. Lihat kitab Miftah Dar As Sa’adah

Jadi Beribadah Haji harus dengan Ikhlas dan harus sesuai dengan petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam jangan semata-mata karena ingin gelar "pak haji" menurut saya itu RUGI BESAR
Semoga Allah memberi kita semua kaum muslim haji mabrur.


Sumber Reperensi : http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/haji-mabrur-1-berhaji-harus-ikhlas-dan-sesuai-tuntunan.html
Minggu, 06 Januari 2013

Keutamaan Haji Mabrur episode I

Ibadah haji adalah ibadah yang teramat mulia. Sungguh amat sulit untuk saat ini berangkat langsung dari tanah air karena antrian yang saking panjangnya. Namun demikian antusias orang di negeri kita di mana mereka amat merindukan ka’bah di tanah suci. Sampai-sampai berbagai cara ditempuh dan dijalani untuk bisa ke sana meskipun dengan cara yang tidak Allah ridhoi. Selain itu tidak sedikit yang niatnya untuk selain Allah, hanya ingin mencari gelar. Label pak Haji-lah yang ingin disandang bukanlah ridho dan pahala dari Allah yang dicari. Sampai-sampai ada yang mengharuskan di depan namanya harus dilabeli gelar “H”.

Keutamaan Haji Mabrur


Rasulullah Bersabda Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ

“Dan haji mabrur tidak ada balasan yang pantas baginya selain surga.” (HR. Bukhari no. 1773 dan Muslim no. 1349).

Keutaman Haji mabrur seperti yang di lastir muslim.or.id.Haji adalah amalan yang teramat mulia. Sampai-sampai yang berhaji disebut dengan tamu Allah dan apa saja yang mereka panjatkan pada-Nya mudah diperkenankan. Dari Ibnu Umar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْغَازِى فِى سَبِيلِ اللَّهِ وَالْحَاجُّ وَالْمُعْتَمِرُ وَفْدُ اللَّهِ دَعَاهُمْ فَأَجَابُوهُ وَسَأَلُوهُ فَأَعْطَاهُمْ


“Orang yang berperang di jalan Allah, orang yang berhaji serta berumroh adalah tamu-tamu Allah. Allah memanggil mereka, mereka pun memenuhi panggilan. Oleh karena itu, jika mereka meminta kepada Allah pasti akan Allah beri” (HR. Ibnu Majah no 2893. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Amalan haji terutama haji mabrur termasuk dalam jajaran amalan yang paling afdhol. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

سُئِلَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – أَىُّ الأَعْمَالِ أَفْضَلُ قَالَ « إِيمَانٌ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ » . قِيلَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ « جِهَادٌ فِى سَبِيلِ اللَّهِ » . قِيلَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ « حَجٌّ مَبْرُورٌ »

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya, “Amalan apa yang paling afdhol?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.” Ada yang bertanya lagi, “Kemudian apa lagi?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Jihad di jalan Allah.” Ada yang bertanya kembali, “Kemudian apa lagi?” “Haji mabrur”, jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Bukhari no. 1519)

Dan haji pun termasuk jihad. Dari ‘Aisyah—ummul Mukminin—radhiyallahu ‘anha, ia berkata,

يَا رَسُولَ اللَّهِ ، نَرَى الْجِهَادَ أَفْضَلَ الْعَمَلِ ، أَفَلاَ نُجَاهِدُ قَالَ « لاَ ، لَكِنَّ أَفْضَلَ الْجِهَادِ حَجٌّ مَبْرُورٌ »

“Wahai Rasulullah, kami memandang bahwa jihad adalah amalan yang paling afdhol. Apakah berarti kami harus berjihad?” “Tidak. Jihad yang paling utama adalah haji mabrur”, jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Bukhari no. 1520)

Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah mengatakan, “Haji dan umroh termasuk jihad. Karena dalam amalan tersebut seseorang berjihad dengan harta, jiwa dan badan. Sebagaimana Abusy Sya’tsa’ berkata, ‘Aku telah memperhatikan pada amalan-amalan kebaikan. Dalam shalat, terdapat jihad dengan badan, tidak dengan harta. Begitu halnya pula dengan puasa. Sedangkan dalam haji, terdapat jihad dengan harta dan badan. Ini menunjukkan bahwa amalan haji lebih afdhol’.” (Lathoif Al Ma’arif, 403).

demikian keutamaan haji mabrur menurut AL-Quran dan Hadist Rasulullah SAW dan semoga menjadi ilmu yang bermanfaat dan insya allah bersambung ....
Sabtu, 05 Januari 2013

Rangkaian kegiatan ibadah Haji umrah yang perlu di ketahui

haji-indonesia rangkainan ibadah ibadah haji

Assalamuaikum wr.wb pada kesempatan hari ini onhplus.blogspot.com akan saharing rangkaian ibadah haji dan umrah.

Rangkaian kegiatan ibadah Haji

  1. Sebelum tanggal 8 Dzulhijjah, calon jamaah haji mulai berbondong untuk melaksanakan Tawaf Haji di Masjid Al Haram, Makkah.
  2. Calon jamaah haji memakai pakaian Ihram (dua lembar kain tanpa jahitan sebagai pakaian haji), sesuai miqatnya, kemudian berniat haji, dan membaca bacaan Talbiyah, yaitu mengucapkan Labbaikallahumma labbaik labbaika laa syarika laka labbaik. Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk laa syarika laka..
  3. Tanggal 9 Dzulhijjah, pagi harinya semua calon jamaah haji menuju ke padang Arafah untuk menjalankan ibadah wukuf. Kemudian jamaah melaksanakan ibadah Wukuf, yaitu berdiam diri dan berdoa di padang Arafah hingga Maghrib datang.
  4. Tanggal 9 Dzulhijjah malam, jamaah menuju ke Muzdalifah untuk mabbit (bermalam) dan mengambil batu untuk melontar jumroh secukupnya.
  5. Tanggal 9 Dzulhijjah tengah malam (setelah mabbit) jamaah meneruskan perjalanan ke Mina untuk melaksanakan ibadah melontar Jumroh
  6. Tanggal 10 Dzulhijjah, jamaah melaksanakan ibadah melempar Jumroh sebanyak tujuh kali ke Jumroh Aqobah sebagai simbolisasi mengusir setan. Dilanjutkan dengan tahalul yaitu mencukur rambut atau sebagian rambut.
  7. Jika jamaah mengambil nafar awal maka dapat dilanjutkan perjalanan ke Masjidil Haram untuk Tawaf Haji (menyelesaikan Haji)
  8. Sedangkan jika mengambil nafar akhir jamaah tetap tinggal di Mina dan dilanjutkan dengan melontar jumroh sambungan (Ula dan Wustha).
  9. Tanggal 11 Dzulhijjah, melempar jumrah sambungan (Ula) di tugu pertama, tugu kedua, dan tugu ketiga.
  10. Tanggal 12 Dzulhijjah, melempar jumrah sambungan (Ula) di tugu pertama, tugu kedua, dan tugu ketiga.
  11. Jamaah haji kembali ke Makkah untuk melaksanakan Thawaf Wada’ (Thawaf perpisahan) sebelum pulang ke negara masing-masing
Demikian lah rangkain ibadah haji umrah yang peru di ketahui oleh para calon jamaah haji-indonesia plus dan terimakasih telah membaca artikel kami yang berjudul  Rangkaian kegiatan ibadah Haji umrah yang perlu di ketahui semoga menjadi ilmu yang bermanfaat bagi sobat sekalian ...
Jumat, 04 Januari 2013

Persiapan Yang Paling Penting Untuk Ibadah Haji

haji-indonesia persiapan penting berangkat haji Assalamualaikum wr.wb Sobat onhplus.blogspot.com Pada kesempatan saharikng kali ini onhplus.blogspot.com akan sharing Apasi sih yang perlu di persiapkan ketika mau berangkat Haji or umrah ? Beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum menunaikan ibadah Haji





  1. Membersihkan diri dari dosa dan kesalahan baik langsung kepada Allah SWT. maupun kepada sesama manusia.
  2. Karena ibadah Haji adalah ibadah fisik, maka perlu mempersiapkan mental untuk mengikuti seluruh rangkaian ibadah haji yang memerlukan stamina tinggi, keikhlasan dan kepasrahan kepada Allah SWT.
  3. Mempersiapkan biaya, baik selama dalam perjalanan haji, maupun untuk nafkah keluarg yang ditinggalkan.
  4. Melaksanakan kewajiban-kewajiban yang berhubungan dengan harta kekayaan, seperti zakat, nadzar, hutang, infaq dan shadaqah.
  5. Melaksanakan janji yang pernah diucapkan.
  6. Menyelesaikan segala urusan yang berhubungan dengan keluarga yang akan ditinggalkan.7. Memohon do’a restu kepada kedua orang tua (jika masih hidup)
  7. Mempersiapkan ilmu dan pengetahuan agama, dan mengikuti kegiatan manasik haji.
  8. Mempersiapkan obat-obatan pribadi selama menjalankan ibadah haji.
  9. Mempersiapkan beberapa perlengkapan untuk keperluan selama perjalanan ibadah Haji:

Perlengkapan Pria


  1. Kain Ihram dua stel
  2. Baju sehari-hari secukupnya
  3. Ikat pinggang
  4. Keperluan mandi

Perlengkapan Wanita

  1. Mukena minimal 2 buah
  2. Pakaian ihram (rok putih dan mukena atas putih) 2 set
  3. Pakaian sehari-hari secukupnya
  4. Kaos kaki secukupnya

Perlengkapan untuk Pria dan Wanita

  1. Pakaian penghangat
  2. Selimut
  3. Sandal jepit
  4. Sepatu sandal atau sendal gunung
  5. Obat-obatan pribadi
  6. Gunting kecil utk Tahallul
  7. Payung
  8. Senter kecil (untuk penerangan saat mengambil batu di Musdalifah)
  9. Kantong kecil untuk menyimpan batu kerikil persiapan melempar jumroh
  10. Kantong sandal untuk tempat sandal saat di Masjid
  11. Pelembab atau cream, gunakan untuk tangan dan kaki
  12. Biaya untuk dam, kurban dsb
Demikianlah sedikit hal yang perlu di persiapkan untuk mengerjakan Ibadah Haji umrah dan terimakasih telah membaca postingan kami yang berjudul  Persiapan Yang Paling Penting Untuk Ibadah Haji  semoga menjadi ilu yang bermanfaat amien ..
Rabu, 02 Januari 2013

sedikit tentang melempar jumrah dari onhplus.blogspot.com

melempar jumrah di haji-indonesia.com

Pada kesempatan hari ini onhplus.blogspot.com akan memberikan sedikit penjaelasan tentang melempar jumrah. Jumrah atau  tempat tugu pelemparan ini terletak di kota Mina .
Secara harfiah jumrah diartikan sebagai tempat pelemparan, keberadaan jumrah  untuk memperingati ketika Nabi Ibrahim AS  digoda oleh setan agar tidak melaksanakan perintah Allah menyembelih putranya Ismail. Sampai tiga kali Nabi Ibrahim digoda maka tiga kali pula Nabi Ibrahim melemparkan batunya kepada setan sebagaimana diperintah dan bimbingan langsung oleh malaikat.

Untuk mengenang peristiwa itu, maka ditempat itu kemudian dibangun tugu  yang di berinama nama Ula (pertama) disebut juga jumrah Surgha (jumrah kecil), Wusta (kedua) disebut juga jumrah Tsaniyah (jumrah sedang), dan Aqabah (ketiga) disebut juga jumrah Tsalitsah (jumrah besar).

Melempar jumrah adalah salah satu wajib haji. Bagi jama’ah yang tidak dapat melempar Jumrah, diwajibkan baginya membayar dam atau denda berupa seekor kambing, jika tidak mampu maka harus membayar fidyah atau berpuasa 10 hari yaitu 3 hari dimasa haji di tanah suci dan sisanya di tanah air.

Waktu melemparjumrah mulai setelah lewat tengah malam sampai terbenam matahari, sedangkan utamanya pada waktu duha (pagi setelah matahri terbit). Pada tanggal 10 Zulhijah (Hari Nahr) jema’ah haji hanya melempar 1 jumrah saja yaitu jumrah Aqabah.

Kemudian pada hari-hari Tasyrik yang lain, yaitu bertepatan pada tanggal 11, 12, 13 Zulhijah yang dilempar adalah ketiga-tiganya (Ula, Wusta, dan Aqabah). Melempar dimulai sesudah masuk waktu Zuhur atau sesaat tergelincirnya matahari sampai terbit besok pagi.

Untuk memberi kenyamanan saat pelemparan jumrah, dan agar tidak terjadi penumpukan massa, pemerintah Arab Saudi sudah membangun tempat pelemparan jumrah dalam beberapa tingkat.

demikianlah sedikit penjelasan onhplus.blogspot.com tentang melempar jumrah semoga bermampaat

sumber jurnalhaji.com

Sedikit tentang Masjidil Haram


masjidil haram
Masjidil Haram adalah sebuah masjid di kota Mekah, yang ditengah-tengahnya terdapat bangunan Kakbah. Masjidil Haram adalah tempat paling suci di Bumi bagi umat Islam.

Masjid ini juga merupakan tujuan utama bagi umat Islam dalam ibadah haji. Masjid ini juga merupakan kiblat shalat umat Islam dari seluruh dunia.

Sebelum anda pergi ada baiknya anda mempelajari denah Masjidil Haram agar tidak tersesat saat beribadah di Masjidil Haram.

Menjelang hari wukuf, jutaan umat islam dari penjuru dunia memadati pelataran masjidil haram terutama saat Shalat Jumat, untuk itu diperlukan kesabaran bagi calon jamaah haji.

Kepadatan di Masjidil Haram terjadi setelah jamaah haji melempar Jumrah Aqabah ribuan jamaah haji akan melakukan Tawaf Ifadah di Masjidil Haram  yang merupakan rukun haji terakhir
Unknown artikel haji
Selasa, 14 Agustus 2012

Hikmah Daftar Haji dan Melaksanaknnya II

Melanjutkan pembahasan mengenai Hikmah Daftar Haji dan Melaksanakannya I, Kali ini akan dilanjutkan Hikmah Daftar Haji dan Melaksanaknnya II.  Ibadah haji yang merupakan ibadah tahunan yang besar yang Allah syari’atkan bagi para hamba-Nya, mempunyai berbagai manfaat yang besar dan tujuan yang besar pula, yang membawa kebaikan di dunia dan akhirat. Mengetahui Makna dan Hikmah ibadah haji merupakan suatu yang dianjurkan dan sangat diharapkan bagi setiap calon ibadah haji untuk mengetahuinya. Dan diantara Hikmah Daftar Haji dan Melaksanaknnya II ini adalah :

Mengikhlaskan Seluruh Ibadah

Beribadah semata-mata untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala dan menghadapkan hati kepada-Nya dengan keyakinan bahwa tidak ada yang diibadahi dengan haq, kecuali Dia dan bahwa Dia adalah satu-satunya pemilik nama-nama yang indah dan sifat-sifat yang mulia. Tidak ada sekutu bagi-Nya, tidak ada yang menyerupai-Nya dan tidak ada tandingan-Nya.

2. Mendapat Ampunan Dosa-Dosa dan Balasan Surga
Sesungguhnya barangsiapa mendatangi Ka’bah, kemudian menunaikan haji atau umrah dengan baik, tanpa rafats dan fusuuq serta dengan ikhlas karena Allah Subhanahu wa Ta’ala semata, niscaya Allah Subhanahu wa Ta’ala mengampuni dosa-dosanya dan menuliskan jannah baginya. Dan hal inilah yang didambakan oleh setiap mu’min dan mu’minah yaitu meraih keberuntungan berupa jannah dan selamat dari neraka.

Menyambut Seruan Nabi Ibrahim Alaihissalam

Nabi Ibrahim Alaihissalam telah menyerukan (agar berhaji) kepada manusia. Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan siapa saja yang Dia kehendaki (untuk bisa) mendengar seruan Nabi Ibrahim Alaihissalam tersebut dan menyambutnya. Hal itu berlangsung semenjak zaman Nabi Ibrahim hingga sekarang.

4. Menyaksikan Berbagai Manfaat Bagi Kaum Muslimin
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: "Agar supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka” [Al-Hajj : 28]

Alah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan manfaat-manfaat dengan muthlaq (secara umum tanpa ikatan) dan mubham (tanpa penjelasan) karena banyaknya dan besarnya menafaat-manfaat yang segera terjadi dan nanti akan terjadi baik duniawi maupun ukhrawi.

Dan di antara yang terbesar adalah menyaksikan tauhid-Nya, yakni mereka beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala semata-mata. Mereka datang dengan niat mencari wajah-Nya yang mulia bukan karena riya’ (dilihat orang lain) dan juga bukan karena sum’ah (dibicarakan orang lain).

Bahkan mereka betauhid dan ikhlas kepada-Nya, serta mengikrarkan (tauhid) di antara hamba-hamba-Nya, dan saling menasehati di antara orang-orang yang datang (berhaji dan sebagainya,-pent) tentangnya (tauhid).

Mereka thawaaf mengelilingi Kabah, mengagungkan-Nya, menjalankan shalat di rumah-Nya, memohon karunia-Nya, berdo’a supaya ibadah haji mereka diterima, dosa-dosa mereka diampuni, dikembalikan dengan selamat ke nergara masing-masing dan diberi anugerah kembali lagi untuk berdo’a dan merendah diri kepda-Nya.

5. Saling Mengenal dan Saling Menasehati
Dan diantara hikmah haji adalah bahwa kaum muslimin bisa saling mengenal dan saling berwasiat dan menasehati dengan al-haq. Mereka datang dari segala penjuru, dari barat, timur, selatan dan utara Makkah, berkumpul di rumah Allah Subhanahu wa Ta’ala yang tua, di Arafah, di Muzdalifah, di Mina dan di Makkah. Mereka saling mengenal, saling menasehati, sebagian mengajari yang lain, membimbing, menolong, membantu untuk maslahat-maslahat dunia akhirat, maslahat taklim tata cara haji, shalat, zakat, maslahat bimbingan, pengarahan dan dakwah ke jala Allah.

6. Mempelajari Agama Allah Subhanahu wa Ta’ala
Dan diantara manfaat haji yang besar adalah bahwa mereka bisa mempelajari agama Allah dilingkungan rumah Allah yang tua, dan di lingkungann masjid Nabawi dari para ulama dan pembimbing serta memberi peringatan tentang apa yang mereka tidak ketahui mengenai hukum-hukum agama, haji, umrah dan lainnya. Sehingga mereka bisa menunaikan kewajiban mereka dengan ilmu.

Seorang muslim diperintahkan untuk belajar, bagaimanapun (keadaannya) ia, dimana saja dan kapan saja ; tetapi di lingkungan rumah Allah yang tua, urusan ini (belajar agama) lebih penting dan mendesak.

7. Menyebarkan Ilmu
Di antara manfaat haji adalah menyebarkan ilmu kepada saudara-saudaranya yang melaksanakan ibadah haji dan teman-temannya seperjalanan, yang di mobil, di pesawat terbang, di tenda, di Mekkah dan di segala tempat. Ini adalah kesempatan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala anugerahkan. Engkau bisa menyebarkan ilmu-mu dan menjelaskan apa yang engkau miliki, akan tetapi haruslah dengan apa yang engkau ketahui berdasarkan Al-Kitab dan As-Sunnah dan istimbath ahli ilmu dari keduanya. Bukan dari kebodohan dan pemikiran-pemikiran yang menyimpang dari Al-Kitab dan As-Sunnah.

8. Memperbanyak Ketaatan
Di antara manfaat haji adalah memperbanyak shalat dan thawaf, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.

"Artinya : Kemudian hendaklah mereka menghilangkan kotoran yang ada pada badan mereka ; hendaklah mereka menyempurnakan nadzar-nadzar mereka dan hendaklah mereka berthawaf sekeliling rumah yang tua itu (Ka’bah)” [Al-Hajj : 29]
Maka disyariatkan bagi orang yang menjalankan haji dan umrah untuk memperbanyak thawaf semampunya dan memperbanyak shalat di tanah haram. Oleh karena itu perbanyaklah shalat, qira’atul qur’an, tasbih, tahlil, dzikir. Juga perbanyaklah amar ma’ruf nahi mungkar dan da’wah kepada jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala di mana banyak orang berkumpul dari Afrika, Eropa, Amerika, Asia dan lainnya. Maka wajib bagi mereka untuk mempergunakan kesempatan ini sebaik-baiknya.

10. Menunaikan Nadzar
Walaupun nadzar itu sebaiknya tidak dilakukan, akan tetapi seandainya seseorang telah bernadzar untuk melakukan ketaatan, maka wajib baginya untuk memenuhinya.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
"Artinya : Barangsiapa bernadzar untuk mentaati Allah, maka hendaklah dia mentaati-Nya" [HR Bukhari]

Maka apabila seseorang bernadzar di tanah haram ini berupa shalat, thawaf ataupun ibadah lainnya, maka wajib baginya untuk menunaikannya di tanah haram ini.

11. Memperbanyak Dzikir Kepada Allah
Di negeri yang aman ini hendaklah memperbanyak dzikir kepada Allah, baik dalam keadaan berdiri, duduk dan bebaring, dengan tasbih (ucapan Subhanallah), hamdalah (ucapan Alhamdulillah), tahlil (ucapan Laa ilaaha ilallah), takbir (ucapan Allahu Akbar) dan hauqallah (ucapan Laa haula wa laa quwata illa billah).

12. Berdo’a Kepada-Nya
Di antara manfaat haji, hendaknya bersungguh-sungguh merendahkan diri dan terus menerus berdo’a kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, agar Dia menerima amal, membereskan hati dan perbuatan ; agar Dia menolong untuk mengingat-Nya, bersyukur kepada-Nya dan memperbagus ibadah kepada-Nya ; agar Dia menolong untuk menunaikan kewajiban dengan sifat yang Dia ridhai serta agar Dia menolong untuk berbuat baik kepada hamba-hamba-Nya.

13. Menunaikan Manasik Dengan Sebaik-Baiknya
Di antara manfaat haji, hendaknya melaksanakannya dengan sesempurna mungkin, dengan sebaik-baiknya dan seikhlas mungkin baik sewaktu melakukan thawaf, sa’i, wukuf di Arafah, berada di Muzdalifah, melempar jumrah, maupun sewaktu shalat, qira’atul qur’an, berdzikir, berdo’a dan lainnya. Juga hendaknya mengupayakannya dengan kosentrasi dan ikhlas.

14. Menyembelih Kurban
Di antara manfaat haji adalah menyembelih (binatang) kurban, baik yang wajib tatkala berihram tammatu dan qiran, maupun tidak wajib yaitu untuk taqarrub kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Sewaktu haji wada’ Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah berkurban 100 ekor binatang. Para sahabat juga menyembelih kurban. Kurban itu adalah suatu ibadah, karena daging kurban dibagikan kepada orang-orang miskin dan yang membutuhkan di hari-hari Mina dan lainnya.

Demikianlah sebagian Hikmah Daftar Haji dan Melaksanaknnya II (rukun Islam yang ke lima) mudah-mudahan kita bisa mengambil manfaatnya, dan senantiasa diberi petunjuk dari Allah Subhanahu wa Ta’ala serta diberi kemudahan untuk menunaikannya. Semoga Bermanfaat bagi calon jamaah Haji yang akan berangkat melaksanakannya.

Sumber : www.travelhajiumroh.web.id
Senin, 13 Agustus 2012

Tips Persiapan Berangkat Haji Plus Khusus

| Tips Perlengkapan Ibadah Haji Khusus | Persiapan Berangkat Haji 2012-2013-2014-2015-2016 |

Sebelum melakukan ibadah Haji, ada baiknya kita mengetahui perlengkapan dan persiapan apa saja yang harus dimiliki. Hal ini Perlu dilakukan agar tidak terlalu berat beban barang yang dibawa yang mengakibatkan pada habisnya stamina dalam membawa barang, sehingga Ibadah Hajinya pun kurang Maksimal. Tips Persiapan Berangkat Haji Plus Khusus ini juga sangat dianjurkan karena biasanya batas maksimal Berat barang bawaan dipesawat adalah 30 kg. Dibawah ini akan dijelaskan beberapa Tips Persiapan Berangkat Haji Plus Khusus dan hal yang perlu dipersiapkan sebelum menunaikan ibadah Haji :


1. Membersihkan diri dari dosa dan kesalahan baik langsung kepada Allah SWT. maupun kepada sesama manusia.
Karena ibadah Haji adalah ibadah fisik, maka perlu mempersiapkan mental untuk mengikuti seluruh rangkaian ibadah haji yang memerlukan stamina tinggi, keikhlasan dan kepasrahan kepada Allah SWT.
Mempersiapkan biaya, baik selama dalam perjalanan haji, maupun untuk nafkah keluarg yang ditinggalkan.
Melaksanakan kewajiban-kewajiban yang berhubungan dengan harta kekayaan, seperti zakat, nadzar, hutang, infaq dan shadaqah.
Melaksanakan janji yang pernah diucapkan.
Menyelesaikan segala urusan yang berhubungan dengan keluarga yang akan ditinggalkan.7. Memohon do’a restu kepada kedua orang tua (jika masih hidup)
Mempersiapkan ilmu dan pengetahuan agama, dan mengikuti kegiatan manasik haji.
Mempersiapkan obat-obatan pribadi selama menjalankan ibadah haji.
Mempersiapkan beberapa perlengkapan untuk keperluan selama perjalanan ibadah Haji:

Perlengkapan Pria

  • Kain Ihram dua stel
  • Baju sehari-hari secukupnya
  • Ikat pinggang
  • Keperluan mandi

Perlengkapan Wanita

  • Mukena minimal 2 buah
  • Pakaian ihram (rok putih dan mukena atas putih) 2 set
  • Pakaian sehari-hari secukupnya
  • Kaos kaki secukupnya
  • Perlengkapan untuk Pria dan Wanita
  • Pakaian penghangat
  • Selimut
  • Sandal jepit
  • Sepatu sandal atau sendal gunung
  • Obat-obatan pribadi
  • Gunting kecil utk Tahallul
  • Payung
  • Senter kecil (untuk penerangan saat mengambil batu di Musdalifah)
  • Kantong kecil untuk menyimpan batu kerikil persiapan melempar jumroh
  • Kantong sandal untuk tempat sandal saat di Masjid
  • Pelembab atau cream, gunakan untuk tangan dan kaki
  • Biaya untuk dam, kurban dsb.

Demikian Tips Persiapan Berangkat Haji Plus Khusus 2012-2013-2014 | Perlengkapan Haji yang wajib dibawa bagi setiap calon jamaah haji yang akan berangkat Haji. Semoga Bermanfaat.

Sumber : www.travelhajiumroh.web.id
Minggu, 12 Agustus 2012

Mengenai Haji Arbain dan Daftar Haji Arbain

Haji Arbain secara bahasa dapat diartikan sebagai haji 40. Loh, kok haji 40, apa maksudnya? yang dimaksud dengan haji arbain disini adalah ibadah haji yang disertai dengan salat fardhu sebanyak 40 kali di Masjid An-Nabawi Madinah tanpa terputus. Banyak jamaah haji dari Indonesia yang melakukan Ibadah Haji. Dalam pelaksanaannya, mereka setidak-tidaknya tinggal di Madinah saat haji selama 8 atau 9 hari, dan dengan perhitungan sehari akan salat wajib sebanyak 5 kali dan selama 8 atau 9 hari maka akan tercukupi jumlah 40 kali salat wajib tanpa terputus.

Sehingga, dalam melaksanakan Ibadah haji, Biro Penyelenggara Program Haji Arbain membuatkan schedule dan itinerary kegiatan selama di Madinah lebih dari 9 hari. hal ini dikarenakan untuk melaksanakan Ibadah Shalat 40 kali berturut-turut di Masjid nabawi membutuhkan waktu minimal 9 hari.

Travel Haji Khusus ONH plus Primasaidah membuka Pendaftaran haji arbain yang dilaksanakan selama 26 hari dengan fasilitas, akomodai dan pelayanan *5. Pelayanan Haji Umrah merupakan Prioritas kami untuk membantu stiap jamaah fokus dalam beribadah untuk mencapai kekhusyuan dan menjadi haji yang mabrur.

Informasi pendaftaran Haji Arbain dapat menghubungi Konsultan dan Divisi marketing kami. Demikian informasis mengenai Mengenai Haji Arbain dan Daftar Haji Arbain. Semoga dapat bermanfaat bagi stiap pembaca dan calon jamaah haji skalian.

Hikmah Daftar Haji dan Melaksanaknnya


Hikmah Daftar Haji dan Melaksanaknnya - Mendaftar Haji dan Melaksanakan Ibadah Haji memiliki hikmah masing-masing. Dan hal ini merupakan kewajiban bagi setiap umat muslim di seluruh Dunia. Selain Ibadah Haji ini merupakan salah satu rukun Islam yang kelima. Pada saat musim Haji, Umat muslim di seluruh dunia yang telah mendaftarkan Haji, berkumpul di satu titik pusat dan tempat suci di mekkah yang disebut Ka'bah. sesuai dengan rukun dan manasiknya, mereka melaksanakan rentetan kegiatan ibadah haji.

Saat Daftar Haji memang sangat mudah dan Flexibel, namun yang sulit adalah memaksakan diri untuk dapat mendaftarkan diri sebagai calon jamaah haji khusus dengan cara membayarkan setoran awal BPIH Depag untuk mendapatkan Porsi haji. Karena dengan mendaftarkan haji, kita sudah berada pada 70% positif berangkata dan dapat menyempurnakan rukun Islam yang terakhir tersebut.

Dalam perintah melaksanakan Ibadah Haji,

Allah menjanjikan bahawa orang yang mengerjakan haji akan dapat menyaksikan keuntungan-keuntungan yaitu hikmah-hikmah yang boleh diperolehi disebalik ibadah haji itu. Di antara hikmah-hikmah haji ialah:

1.Ia akan Menjadi tamu Allah- Ka'bah atau Baitullah itu dikatakan juga sebagai 'Rumah Allah'. Walau bagaimana pun haruslah difahami bahawa bukanlah Allah itu bertempat atau tinggal disitu. Sesungguhnya Allah itu ada dimana mana. Ia dikatakan sebagai 'Rumah Allah' kerana mengambil apa yang diucapkan oleh Nabi Ibrahim a.s. oleh yang demikian orang yang mengerjakan haji adalah merupakan tetamu istimewa Allah. Dan sudah menjadi kebiasaan setiap tetamu mendapat layanan yang istimewa dari tuan rumah.

2. Mendapat pendidikan langsung daripada Allah - Di kalangan mereka yang pernah mengerjakan haji, mereka mengatakan bahawa Ibadah Haji adalah merupakan puncak ujian daripada Allah s.w.t. Ini disebabkan jumlah orang yang sama-sama mengerjakan ibadah tersebut adalah mencapai jutaan orang. Dan jamaah haji Indonesia pun masih menduduki jumlah terbanyak yang mencapai 25% dari jamaah haji yang berasal dari sluruh Dunia.

3. Ibadah Haji dapat Menghapus dosa - Mengerjakan Ibadah Haji merupakan kesempatan untuk bertaubat dan meminta ampun kepada Allah. Terdapat beberapa tempat dalam mengerjakan ibadah haji itu merupakan tempat yang mustajab untuk berdoa dan bertaubat. Malah ibadah haji itu sendiri jika dikerjakan dengan sempurna tidak dicampuri dengan perbuatan-perbuatan keji maka Allah akan mengampunkan dosa-dosanya sehingga ia suci bersih seperti baru lahir ke dunia ini.

4.Haji bisa Memperkuat iman - Ibadah Haji secara tidak langsung telah menghimpunkan manusia Islam dari seluruh pelusuk dunia. Mereka terdiri dari berbagai bangsa, warna kulit dan bahasa pertuturan. Hal ini membuka pandangan dan fikiran tentang kebenaran Al-Quran yang diterangkan semua dengan jelas dan nyata.

5. Mengambil pelajaran daripada peristiwa orang-orang soleh - Tanah suci Mekah adalah merupakan lembah yang menyimpan banyak rentetan peristiwa-peristiwa bersejarah. Diantaranya sejarah nabi-nabi dan rasul, para sahabat Rasulullah,para tabiin, tabi’ut tabiin dan salafus soleh yang mengiringi mereka. Sesungguhnya peristiwa tersebut boleh diambil iktibar atau pengajaran untuk membangun jiwa seseorang. Rasulullah bersabda: "Sahabat-sahabatku itu laksana bintang-bintang dilangit, jika kamu mengikut sahabat-sahabatku niscaya kamu akan mendapat petunjuk."

Di antara peristiwa yang terjadi ialah:

Pertemuan di antara Nabi Adam a.s. dengan Siti Hawa di Padang Arafah.
Siti Hajar dan Nabi Ismail ditinggalkan di tengah padang pasir yg kering kontang di antara Bukit Safa dan Marwah.

Pengorbanan Nabi Ibrahim a.s. menyembelih Nabi Ismail sebagi menurut perintah Allah.

Nabi Ismail a.s. dan Nabi Ibrahim mendirikan Kaabah.


Lahirnya seorang anak yatim yang miskin dan serba kekurangan. Tidak tahu membaca dan menulis tetapi mempunyai akhlak yang terpuji hingga mendapat gelaran 'Al-Amin.

Medan Badar dan Uhud sewajarnya mengingati seseorang kepada kegigihan Rasulullah dan para sahabat menegakkan agama Allah.

6. Merasa bayangan Padang Mahsyar - Bagi orang yang belum mengerjakan haji tentunya belum pernah melihat dan mengikuti perhimpunan ratusan ribu manusia yang berkeadaan sama tiada beza. Itu semua dapat dirasai ketika mengerjakan haji. Perhimpunan di Padang Arafah menghilangkan status dan perbezaan hidup manusia sehingga tidak dapat kenal siapa kaya, hartawan, rakyat biasa, raja atau sebagainya. Semua mereka sama dengan memakai pakaian seledang kain putih tanpa jahit.

7. Syiar perpaduan umat Islam - Ibadah Haji adalah merupakan syiar perpaduan umat Islam. Ini kerana mereka yang pergi ke Tanah Suci Makkah itu hanya mempunyai satu tujuan dan matlamat iaitu menunaikan perintah Allah atau kewajipan Rukun Islam yang kelima. Dalam memenuhi tujuan tersebut mereka melakukan perbuatan yang sama,memakai pakaian yang sama, mengikut tertib yang sama malah boleh dikatakan semuanya sama. Ini menggambarkan perpaduan dan satu hati umat Islam. Dan gambaran inilah yang semestinya diamalkan dalam kehidupan seharian umat Islam apabila mereka kembali ke negara asal masing-masing.

Demikianlah sebagian Hikmah Daftar Haji dan Melaksanaknnya yang terdapat dalam ibadah Haji. pada artikel selanjutnya akan di bahas mengenai Hikmah Daftar Haji dan Melaksanaknnya II yang lainnya. semoga kita dapat menjadi hamba-Nya yang dapat kesempatan menjadi Tamu Allah di tanah suci. Amin.