INFO - BIAYA - HARGA - ONGKOS - DAFTAR - PAKET - JADWAL - SYARAT - BIRO - PERJALANAN - PENYELENGGARA - MANASIK - IBADAH - TOUR - AND | TRAVEL HAJI | DAN - UMRAH - UMROH - KHUSUS - PLUS - DI JAKARTA - DI BANDUNG - 2011 - 2013 - DI SURABAYA - DI MEDAN - MURAH - ONH - INDONESIA - KUOTA - DEPAG - KBIH

Tampilkan postingan dengan label artikel haji. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel haji. Tampilkan semua postingan
Jumat, 03 Mei 2013

Menag Sedih ongkos haji Di bilang Mahal

Ongkos haji
Menteri Agama Suryadharma Ali mengaku sedih ketika ada pihak yang membandingkan ongkos haji Indonesia lebih mahal dibanding Malaysia. Apa lagi orang yang mengomentarinya tidak tahu permasalahan haji dan hanya asal bicara. “Antrian daftar berangkat haji di Malaysia disebut lebih pendek daripada Indonesia. Padahal hal itu tak benar,”ujarnya di Jakarta, Rabu (1/5).
Ia menjelaskan, dari tahun ke tahun pelayanan jemaah haji makin baik. Penilaian baik tersebut bukan datang dari Kementerian Agama, tetapi dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan lembaga lainnya.
Menurutnya, BPS dengan metodologi tersendiri memberi penilaian terhadap penyelenggaraan ibadah haji dalam beberapa tahun terakhir. Penilaian terhadap penyelenggaraan haji setahun terakhir, diakui oleh Menag mengalami penurunan. Tetapi indeks penurunan tersebut terjadi hanya sedikit, hanya nol koma. Nilainya masih tetap berkisar pada angka delapan. menurut anda bagai mana apakah betul ONH haji di indonesia lebih mahal daripada di malaysia ? yang menuruk kabar kalau di sana antrean haji sudah sampai 2045, dan di indonesia baru sampai 2018 ?  
Kamis, 11 April 2013

Saudi Bangun terowongan untuk jemaah haji


Pemerintah Arab Saudi saat ini tengah gencar membangun proyek perluasan area ibadah haji. “Pembangunan ini terhitung yang terbesar tahun ini,” kata Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Mustafa Bin Ibrahim Al Mubarak saat melepas rombongan umrah di Jakarta, Selasa 9 April 2012.Pembangunan itu meliputi antara lain transportasi kereta api untuk jamaah haji dan umrah, proyek terowongan yang menghubungkan Mina, Muzdalifah dan Arafat, hingga perluasan akses jamaah sehingga mudah mengambil air zamzam di Mekkah.
Proyek terbaru yang juga tengah dimatangkan April ini adalah pembangunan 60 ribu tenda tahan api dengan biaya 2 miliar riyal (sekitar Rp 5,5 triliun). Proyek ini ditargetkan rampung dalam tiga tahun ke depan. “Proyek ini bagian dari memberi layanan terbaik bagi jamaah,” kata Habib Zain Al-Abideen, deputi Menteri Pekerjaan Umum Arab Saudi. Seluruh biaya proyek perluasan itu mencapai 12,6 miliar riyal. Ini sudah termasuk proyek transportasi kereta api yang akan menjangkau maktab-maktab jamaah terjauh yang ditaksir menelan 5 miliar riyal dan pembangunan terowongan terkoneksi antara Mina, Muzdalifah dan Arafat yang juga menghabiskan 5 miliar riyal.
Pekerjaan yang dikebut dan harus selesai tahun ini adalah penambahan tenda bagi 30 ribu jamaah di Mina. Pemerintah Saudi akan menyiapkan bukit-bukit baru di Arafat bagi tenda-tenda tersebut.
Usamah Felali, Ketua Komite Nasional untuk Haji dan Umrah, menambahkan, Saudi juga akan merelokasi 50 kantor pemerintahan mereka di Mina. Targetnya, kata Felali, seluruh tempat di kawasan masjidil haram bisa menampung sebanyak-banyaknya jamaah yang ingin berziarah ke tanah suci makah . Kemarin malam, sebanyak 22 orang yang dilepas Duta Besar Arab Saudi untuk berumrah telah tiba di Madinah. Rombongan yang terdiri dari para pengajar universitas dan pesantren ini selain beribadah di Masjid Nabawi juga akan mengunjungi Universitas Madinah siang ini. Program umrah ini terlaksana atas kerja sama kedutaan dengan Atase Agama Kedutaan Saudi dan Yayasan Wakaf Sheikh Saleh Al Rajhi selaku sponsor. sumber : tempo
Selasa, 19 Maret 2013

PHU dan polri tantatangani nota kesepahaman

penyelenggara haji
Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) dan Polri menandatangani nota kesepahaman tentang pengawasan dan penegakan hukum terhadap penyelenggaraan ibadah haji khusus dan umroh di Jakarta, Selasa.
 Nota kesepahaman tersebut ditandatangani Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Komjen Fajar Prihantoro dan Dirjen PHU Anggito Abimanyu dengan disaksikan Menteri Agama Suryadharma Ali, para pejabat dari Kementerian Agama, Polri dan sejumlah pengurus asosiasi penyelenggara perjalanan haji dan umroh.
Dalam acara tersebut juga hadir Kepala Pendidikan Polri Komjen Pol Budi Gunawan, Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar, Dirjen Bimas Islam Abdul Djamil dan Irjen Kemenag M. Jasin.
Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan, penyelenggaraan haji kini sudah memasuki ranah bisnis. Bukan sekedar ibadah sehingga harus diatur. Undang-Undang No.13 tahun 2008 mengatur penyelenggaraan ibadah haji dan umroh.
Karena perjalanan haji dan umroh berbeda dengan perjalanan lainnya seperti wisata ke negara lain, maka diperlukan pengawasan dan sebagai penyelenggaranya adalah menteri agama, kata Suryadharma Ali.
Untuk itu, penyelenggaraan haji dan umroh pun harus diatur dan mengindahkannya. Penyelenggara perjalanan haji dan umroh harus memiliki izin dan jika ada penyelenggara ibadah haji yang nakal, maka perlu ditindak guna melindungi Jemaah itu sendiri.
Karena ibadah tersebut menyangkut bisnis dan daftar tunggu sampai rata-rata 12 tahun, maka minat ke tanah suci memiliki daya tarik sendiri dan dari tahun ke tahun makin tinggi. Untuk ini perlu adanya ketertiban agar jemaah tidak terlantar dan terlayani dengan baik, katanya.
Ia mengakui banyak jemaah tertipu oleh penyelenggara haji dan umroh yang tak memiliki izin. Bahkan ada penyelenggara haji berizin pun melakukan pelanggaran. Untuk ini diharapkan ke depan pihaknya bersama Polri bisa menertibkan.
Muara dari nota kesepahaman itu adalah adanya penegakan hukum sehingga Jemaah dapat terlayani dengan baik, baik ketika dalam perjalanan maupun ketika melaksanakan ibadah di tanah suci, Mekkah dan Madinah. Polri harus proaktif
Sementara itu, Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Komjen Fajar Prihantoro dalam sambutannya atas nama Kapolri Jendral Polisi Timur Pradopo mengatakan, pihaknya memang harus proaktif dalam menertibkan penyelenggara haji dan umroh.
Diakui setiap tahun kerap terjadi adanya penyelenggara haji dan umroh menelantarkan jemaahnya.
Pembenahannya, kata Kapolri, perlu dilakukan dari hulu hingga hilir sehingga pelayanan kepada
masyarakat ke depan semakin baik. Kerja sama dalam bentuk nota kesepahaman itu diharapkan menghasilkan satu persepsi untuk terwujudnya penyelenggaraan haji dan umroh yang lebih baik.
Pihaknya berharap setelah nota kesepahaman tersebut ditandatangani seluruh pemangku kepentingan dapat segera mensosialisasikannya. Dengan cara itu, masyarakat dapat mengetahui, katanya

Umroh Perjalanan Spiritual ketanah suci

umroh haji
Umrah dan haji adalah perjalanan spiritual yang penting untuk umat Islam. Pergi ke Tanah Suci Makkah di Arab Saudi lebih dari sekadar ibadah, tapi ada wisata religi yang dilakukan demi mendekatkan diri kepada Allah.

Dari buku Ensiklopedi Tematis Ayat Al Quran dan Hadits terbitan Widya Cahaya, umrah adalah berziarah. Secara syariah, umrah adalah berbaju ihram, melakukan Tawaf memutari Ka'bah, Sa'i dari Bukit Shafa ke Bukit Marwa, bercukur atau memotong rambut.

Bedanya dengan haji adalah, umrah tidak melakukan Wuquf di Arafah, tidak menginap di Muzdalifah dan tidak melempar Jumrah. Namun yang jelas, animo orang untuk melakukan umrah terus meningkat setiap tahun apalagi di Bulan Ramadan seperti sekarang ini.

Umrah membawa para jamaah menuju Makkah, berkunjung ke Masjidil Haram. Masjid paling besar dan paling suci untuk umat Islam. Inilah tempatnya Ka'bah, kiblat salat untuk umat Islam di seluruh dunia dan tempat dimana doa dikabulkan. Di sini, jamaah yang berbaju ihram melakukan Tawaf memutari Ka'bah, Sa'i dari Bukit Shafa ke Bukit Marwa diakhiri dengan bercukur atau memotong rambut.

Selanjutnya mereka berziarah ke banyak tempat seperti ke Masjid Nabawi di Madinah untuk melihat Raudhah, area halaman rumah Rasulullah yang kini menjadi bagian masjid tersebut. Ada pula ziarah ke aneka destinasi wisata religi penting seperti Jabal Rahmah, tempat bertemunya Nabi Adam dan Siti Hawa, sampai aneka destinasi wisata belanja seperti supermarket Bin Daud.

Ratusan biro perjalanan haji dan umrah bertebaran di seluruh Indonesia menunggu untuk didatangi calon jamaah. Umrah pada hari ini adalah sebuah tren traveling, tak ubahnya orang bepergian ke Singapura atau Bangkok. Bedanya, umrah adalah traveling yang memiliki dasar religi yang kuat.

Selebihnya, umrah adalah bicara mengenai aneka paket tur yang memberikan jamaah banyak pilihan. Semuanya bisa disesuaikan dengan isi kantong, fasilitas yang didapatkan pun tentu berbeda. Umrah bisa dimulai dari kisaran Rp 18 juta-an sampai Rp 50-an juta. Yang paling mahal biasanya menyertakan agenda traveling ke negara lain seperti Mesir dan Turki.

Apapun paket umrah yang dipilih, itu bergantung pada selera para jamaah. Satu hal yang pasti, Tanah Suci Makkah memiliki magnet dahsyat untuk sebuah traveling lintas negara yang dilakukan umat Islam atas nama mendekatkan diri kepada Allah. (sumber:http://travel.detik.com/read/2012/07/26/071837/1975022/1383/umrah-traveling-spiritual-ke-tanah-suci?v771108bcj)
Jumat, 22 Februari 2013

Suryadarma ali lobi mentri arab saudi


Jakarta (Sinhat)--Menteri Agama Suryadharma Ali mengadakan pertemuan dengan Menteri Haji Arab Saudi Bandar bin Mohammed Al-Hajjar, di Jeddah, Arab Saudi,  Selasa (12/2). Dalam Pertemuan dibicarakan beberapa hal yang terkait dengan perumahan dan transportasi jemaah haji Indonesia. Dalam pertemuan tersebut juga dibicarakan tentang bimbingan jemaah haji.

Menteri Haji Arab Saudi Bandar bin Mohammed Al-Hajjar menyatakan pentingnya memberi bimbingan kepada jemaah haji sebelum mereka tiba di Arab Saudi.

Pada kesempata tersebut, Menag Suryadharma Ali memuji pemerintah Arab Saudi yang telah memberikan layanan kepada jemaah haji, termasuk pengembangan dua masjid suci sehingga dapat menampung jemaah lebih besar lagi. (arabnews/Foto SPA)
Rabu, 06 Februari 2013

Adrie Subono, tidak bosen berangkat ibadah umroh

Ibadah Umroh Adrie Subono Meneteskan Air mata


ibadah umrohREPUBLIKA.CO.ID,  ''Air mata ini tak bisa tertahan lagi. Saya langsung menangis ketika kali pertama melihat Ka'bah.'' Ucapan itu spontan saja meluncur dari mulut Adrie Subono, promotor musik kondang negeri ini.

Adrie mengenang kejadian itu saat menunaikan ibadah umroh pada 1986. Saat itu ia ke Tanah Suci bersama dengan BJ Habibie yang menjadi pamannya. Namun, emosinya lebih tak tertahan lagi tat kala melihat Ka'bah saat  datang untuk kali kedua.

Pengalaman berumroh kali kedua itu dilakukannya setelah sembuh dari penyakit. Ia pergi tak sendiri. Sejumlah kerabat yang setia memberikan dorongan saat ia sakit, semuanya diboyong. Bagaimana perasaan yang terjadi saat itu? ''Saya gemetar, tak bisa berucap apa-apa. Sungguh pengalaman luar biasa,'' ujarnya.

Adrie mengaku hingga kini sudah empat kali menunaikan ibadah umroh. Dalam dua tahun terakhir ini, ia selalu berumroh menemani BJ Habibie. ''Tahun ini juga ada rencana. Insya Allah. Doakan saja,'' katanya dengan nada penuh semangat.

Walau telah berulang kali menyambangi Tanah Suci, Adrie ternyata tak pernah bosan. Dalam setiap kunjungannya, ia selalu menyimpan kenangan. Bahkan, setiap kali menunaikan ibadah shalat wajib di Masjidil Haram, dia merasa sangat bahagia. ''Kebahagian yang tak bisa terlukiskan,'' ucapnya.

Selayaknya umat Islam yang datang ke Tanah Suci, Adrie juga selalu menumpahkan segala doa kepada Sang Khalik. Ia merasa seperti menemukan sesuatu yang sulit ditemukan selama berada di Tanah Air. ''Ada perasaan damai di hati. Sungguh nyaman. Inilah yang membuat saya selalu ingin ke sana,''.

Ia merasa sangat bersyukur setiap kali pergi umroh, selalu berkesempatan dapat mencium hajar aswad. Proses untuk mencapai batu hitam itu juga tak menemui banyak kendala. Padahal, cukup banyak cerita dari mereka yang pergi ke Tanah Suci, kerap kali sangat sulit untuk mendekat, apalagi mencium hajar aswad. ''Tapi alhamdulillah, kita selalu mendapatkan kemudahan. Ini juga yang membuat saya bahagia,'' bagai mana anda tertarik ibadah umroh ?

Reporter : M Akbar Redaktur : Heri Ruslan
sumber http://www.republika.co.id
Kamis, 24 Januari 2013

Beribadah Haji harus dengan Ikhlas


haji mabrur
saat melaksanakan ibadah haji
Sidang pembaca Pada kesempatan kali ini ongkos-onhplus.blogspot.com akan sharing mengenai dalil-dalil tentang Ikhlas dalam melkuakan ibadah haji. Seperti kita ketahui bahwa syarat-syarat diterimanya amal ibadah ada dua yaitu; ikhlas dan sesuai dengan petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dalil yang menunjukkan akan hal ini adalah firman Allah Ta’ala,

{قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَى إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا }

“Katakanlah: “Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: “Bahwa sesungguhnya sembahan kalian adalah sembahan Yang Esa”. Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya”. (QS. Al Kahfi: 110).

Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan ketika mengomentari ayat di atas,

وَهذانِ ركُنَا العملِ المتقَبَّلِ. لاَ بُدَّ أن يكونَ خالصًا للهِ، صَوابُا  عَلَى شريعةِ رَسولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم.

“Ini adalah dua rukun diterimanya amalan yaitu harus ikhlas karena Allah dan harus sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam”. Lihat kitab Tafsir Ibnu Katsir.

Sedangkan Ibnul Qayyim mengatakan suatu perkataan yang sangat indah dan penuh makna,

أي كَما أنهُ إلهٌ واحدٌ لاَ إلهَ سواهُ فَكذلكَ ينبغِي أَنْ تكُونَ العبادةُ لهُ وحدَهُ فَكمَا تَفَرَّدَ بِالالهيةِ يُحِبُّ أنْ يُفردَ بِالعبوديةِ فالعملُ الصالحُ هوَ الْخالِى مِن الرياءِ المُقَيَّدُ بِالسُّنةِ وَكان مِنْ دُعَاء عمرِ بنِ الخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْ عَمَلِى كلَّهُ صَالحِاً وَاجْعَلْهُ لِوَجْهِكَ خَالِصاً وَلاَ تَجْعَلْ لِأَحَدٍ فِيْهِ شَيْئاً

 “Sebagaimana Allah adalah sembahan satu-satu-Nya, tidak ada sesembahan selain-Nya, maka demikian pula seharusnya ibadah hanya milik-Nya semata, sebagaimana Allah satu-satu-Nya di dalam perkara kekuasaan, maka Dia menyukai disendirikan dalam hal peribadatan. Jadi, amal shalih adalah amal perbuatan yang terlepas dari riya’ dan yang terikat dengan sunnah. Termasuk doa Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu adalah “Allahummaj’al ‘amali kullaha shoolihan waj’al liwajhika kholishon wa la taj’al li ahadin fihi syai-an” (Wahai Allah, jadikanlah seluruh amalku sebagai amal shalih/baik dan jadikanlah amalanku hanya murni untuk wajah-Mu dan janganlah jadikan dalam amalku sedikitpun untuk seorang makhluk). Lihat Kitab Al Jawab Al Kafi.

Dan demikian pula dalam ibadah haji, harus ikhlas, yaitu mengerjakan amal ibadah murni hanya kepada Allah Ta’ala saja bukan kepada yang lain.

Dan ikhlas adalah,

الإِخْلاَصُ أَلاَّ تَطْلُبَ عَلَى عَمَلِكَ شاَهداً غَيْرَ اللهِ ، وَلاَ مُجَازِياً سِوَاهُ

 “Tidak mencari yang melihat atas amalmu adalah selain Allah dan tidak mencari yang memberi ganjaran atas amalmu selain-Nya”. Lihat Madarij As Salikin.

Orang yang ikhlas tidak akan pernah suka dipuji oleh manusia dan tidak akan pernah berharap apa yang ada ditangan manusia ata Ria 

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,

لاَ يَجْتَمعُ الإِخلاصُ فيِ الْقلْبِ وَمحبةُ الْمَدحِ وَالثَّنَاءِ وَالطَّمَعِ فِيْمَا عِنْدَ النَّاسِ إِلاَّ كَمَا يَجْتَمِعُ المْاءُ والنارُ والضَّبُ والحُوتُ

“Tidak akan berkumpul di dalam hati, keikhlasan dengan kecintaan terhadap pujian dan ketamakan terhadap yang ada di tangan manusia kecuali seperti berkumpulnya air dengan api atau biawak dengan ikan”. Lihat kitab Al Fawaid, karya Ibnul Qayyim.

Amalan yang tidak ikhlas tidak akan diterima oleh Allah Ta’ala. Nabi shallalllahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

قَالَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى أَنَا أَغْنَى الشُّرَكَاءِ عَنِ الشِّرْكِ مَنْ عَمِلَ عَمَلًا أَشْرَكَ فِيهِ مَعِي غَيْرِي تَرَكْتُهُ وَشِرْكَهُ

“Allah Tabaraka wa Ta’ala  berfirman: “Aku Maha tidak butuh kepada sekutu, barangsiapa beramal suatu amalan yang dia menyekutukan-Ku di dalamnya, maka Aku tinggalkan amalan itu bersama apa yang dia sekutukan”. (HR. Muslim)

Khusus mengenai ikhlas dalam ibadah haji, Allah Ta’ala berfirman,

{وَإِذْ بَوَّأْنَا لِإِبْرَاهِيمَ مَكَانَ الْبَيْتِ أَنْ لَا تُشْرِكْ بِي شَيْئًا وَطَهِّرْ بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ وَالْقَائِمِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ}

“Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan): “Janganlah kamu menyekutukan sesuatu pun dengan Aku dan sucikanlah rumah-Ku ini bagi orang-orang yang tawaf, dan orang-orang yang beribadah dan orang-orang yang rukuk dan sujud“. (QS. Al Hajj: 26).
Selain Ikhlas dalam ibadah haji dan umroh  juga harus Mutaba'ah Apa yang di sebut Mutaba'ah ? Mutaba’ah, yaitu amalan ibadah tersebut hendaklah sesuai dengan apa yang diajarkan Rasulullah shalalahu ‘alaihi wa sallam. Nabi shallalllahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

“Barangsiapa mengamalkan suatu amalan yang tidak ada asalnya dari agama kita maka amalan itu tertolak”. (HR. Muslim).

Khusus di dalam pelaksanaan ibadah haji Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ خُذُوا مَنَاسِكَكُمْ فَإِنِّى لاَ أَدْرِى لَعَلِّى لاَ أَحُجُّ بَعْدَ عَامِى هَذَا

“Wahai manusia, ambilah manasik kalian (dariku), karena sesungguhnya aku tidak mengetahui mungkin saja aku tidak berhaji setelah tahun ini”. (HR. Muslim dan lafazh ini dari riwayat An Nasai).

 خُذُوا عَنِّى مَنَاسِكَكُمْ فَإِنِّى لاَ أَدْرِى لَعَلِّى أَنْ لاَ أَحُجَّ بَعْدَ حَجَّتِى هَذِهِ

 “Ambillah dariku manasik-manasik kalian, karena sesungguhnya aku tidak mengetahui, mungkin saja aku tidak berhaji setelah hajiku ini”. (HR. Muslim).

Tidak akan lurus perkataan, perbuatan dan niat kecuali mengikuti sunnah. Sufyan bin Sa’id Ats Tsaury rahimahullah berkata,

” كان الفقهاءُ يَقُولُونَ : لاَ يَسْتَقِيْمُ قَولٌ إِلاَّ بِعَملٍ ، وَلاَ يَسْتَقِيْمُ قولٌ وعملٌ إِلاَّ بِنِيَّةٍ ، وَلاَ يَسْتَقِيْمُ قولٌ وعملٌ ونيةٌ إِلاَّ بِمُوَافقةِ السُّنَّةِ”.

 “Para Ahli Fikih berkata: “Tidak akan lurus perkataan kecuali dengan perbuatan, tidak akan lurus perkataan dan perbuatan kecuali dengan niat dan tidak akan sempurna perkataan dan perbuatan serta niat kecuali dengan mengikuti ajaran (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam)”. Lihat kitab Al Ibanah, karya Ibnu Baththah.

Siapa yang beribadah menyelisihi petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka ibadahnya akan melenceng dari kebenaran. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata,

من فارق الدليل ضل السبيل، ولا دليل إلا بما جاء به الرسول – صلى الله عليه وسلم –

 “Barangsiapa yang menjauhi dalil maka ia telah tersesat jalan, dan tidak ada dalil kecuali dengan apa yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam”. Lihat kitab Miftah Dar As Sa’adah

Jadi Beribadah Haji harus dengan Ikhlas dan harus sesuai dengan petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam jangan semata-mata karena ingin gelar "pak haji" menurut saya itu RUGI BESAR
Semoga Allah memberi kita semua kaum muslim haji mabrur.


Sumber Reperensi : http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/haji-mabrur-1-berhaji-harus-ikhlas-dan-sesuai-tuntunan.html
Minggu, 06 Januari 2013

Keutamaan Haji Mabrur episode I

Ibadah haji adalah ibadah yang teramat mulia. Sungguh amat sulit untuk saat ini berangkat langsung dari tanah air karena antrian yang saking panjangnya. Namun demikian antusias orang di negeri kita di mana mereka amat merindukan ka’bah di tanah suci. Sampai-sampai berbagai cara ditempuh dan dijalani untuk bisa ke sana meskipun dengan cara yang tidak Allah ridhoi. Selain itu tidak sedikit yang niatnya untuk selain Allah, hanya ingin mencari gelar. Label pak Haji-lah yang ingin disandang bukanlah ridho dan pahala dari Allah yang dicari. Sampai-sampai ada yang mengharuskan di depan namanya harus dilabeli gelar “H”.

Keutamaan Haji Mabrur


Rasulullah Bersabda Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ

“Dan haji mabrur tidak ada balasan yang pantas baginya selain surga.” (HR. Bukhari no. 1773 dan Muslim no. 1349).

Keutaman Haji mabrur seperti yang di lastir muslim.or.id.Haji adalah amalan yang teramat mulia. Sampai-sampai yang berhaji disebut dengan tamu Allah dan apa saja yang mereka panjatkan pada-Nya mudah diperkenankan. Dari Ibnu Umar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْغَازِى فِى سَبِيلِ اللَّهِ وَالْحَاجُّ وَالْمُعْتَمِرُ وَفْدُ اللَّهِ دَعَاهُمْ فَأَجَابُوهُ وَسَأَلُوهُ فَأَعْطَاهُمْ


“Orang yang berperang di jalan Allah, orang yang berhaji serta berumroh adalah tamu-tamu Allah. Allah memanggil mereka, mereka pun memenuhi panggilan. Oleh karena itu, jika mereka meminta kepada Allah pasti akan Allah beri” (HR. Ibnu Majah no 2893. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Amalan haji terutama haji mabrur termasuk dalam jajaran amalan yang paling afdhol. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

سُئِلَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – أَىُّ الأَعْمَالِ أَفْضَلُ قَالَ « إِيمَانٌ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ » . قِيلَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ « جِهَادٌ فِى سَبِيلِ اللَّهِ » . قِيلَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ « حَجٌّ مَبْرُورٌ »

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya, “Amalan apa yang paling afdhol?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.” Ada yang bertanya lagi, “Kemudian apa lagi?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Jihad di jalan Allah.” Ada yang bertanya kembali, “Kemudian apa lagi?” “Haji mabrur”, jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Bukhari no. 1519)

Dan haji pun termasuk jihad. Dari ‘Aisyah—ummul Mukminin—radhiyallahu ‘anha, ia berkata,

يَا رَسُولَ اللَّهِ ، نَرَى الْجِهَادَ أَفْضَلَ الْعَمَلِ ، أَفَلاَ نُجَاهِدُ قَالَ « لاَ ، لَكِنَّ أَفْضَلَ الْجِهَادِ حَجٌّ مَبْرُورٌ »

“Wahai Rasulullah, kami memandang bahwa jihad adalah amalan yang paling afdhol. Apakah berarti kami harus berjihad?” “Tidak. Jihad yang paling utama adalah haji mabrur”, jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Bukhari no. 1520)

Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah mengatakan, “Haji dan umroh termasuk jihad. Karena dalam amalan tersebut seseorang berjihad dengan harta, jiwa dan badan. Sebagaimana Abusy Sya’tsa’ berkata, ‘Aku telah memperhatikan pada amalan-amalan kebaikan. Dalam shalat, terdapat jihad dengan badan, tidak dengan harta. Begitu halnya pula dengan puasa. Sedangkan dalam haji, terdapat jihad dengan harta dan badan. Ini menunjukkan bahwa amalan haji lebih afdhol’.” (Lathoif Al Ma’arif, 403).

demikian keutamaan haji mabrur menurut AL-Quran dan Hadist Rasulullah SAW dan semoga menjadi ilmu yang bermanfaat dan insya allah bersambung ....